Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu strategi utama dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk Indonesia Emas 2045.
Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan.
Namun, pelaksanaan MBG memerlukan anggaran yang sangat besar. Bahkan, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah memangkas anggaran sejumlah kementerian dan lembaga hingga Rp306 triliun guna mengalokasikan dana untuk program prioritas, termasuk MBG.
Keputusan ini lantas menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio. Ia menilai bahwa efisiensi anggaran sebaiknya tidak mengorbankan sektor lainnya.
"Kalau memang efisiensi ini dilakukan untuk MBG, harus dipikirkan kembali. Sebab, janji kampanye tidak wajib dilaksanakan jika ternyata anggaran tidak memungkinkan," ujar Agus, dikutip dari Investor, Minggu (9/2/2025).
Agus menyarankan agar MBG diterapkan secara bertahap dan lebih difokuskan pada daerah yang memiliki angka stunting tinggi. Ia juga mengusulkan agar pemberian makanan bergizi gratis tidak dilakukan setiap hari, melainkan cukup satu kali dalam seminggu, misalnya pada hari Sabtu.
"Menurut saya, makan bergizi gratis ini tidak perlu dilakukan setiap hari. Mungkin cukup satu hari dalam seminggu, misalnya Sabtu. Prioritas utama harus diberikan kepada daerah dengan angka stunting tinggi, seperti Ambon, NTT, dan Aceh," jelas Agus.
10 Provinsi dengan Angka Stunting Tertinggi
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, berikut adalah 10 provinsi dengan angka stunting balita tertinggi di Indonesia:
- Papua Tengah: 39,4%
- Nusa Tenggara Timur (NTT): 37,9%
- Papua Pegunungan: 37,3%
- Papua Barat Daya: 31%
- Sulawesi Barat: 30,3%
- Sulawesi Tenggara: 30%
- Aceh: 29,4%
- Papua: 28,6%
- Maluku: 28,4%
- Sulawesi Selatan: 27,4%
Data ini menunjukkan bahwa wilayah timur Indonesia masih menjadi daerah dengan tingkat stunting yang tinggi. Oleh karena itu, pelaksanaan MBG di daerah-daerah ini bisa menjadi prioritas utama guna menekan angka stunting secara efektif.
Baca Juga: 10 Pos Belanja Kementerian/Lembaga yang Kena Efisiensi Anggaran