10 Provinsi dengan Harga Cabai Rawit HIjau Termahal 2026

Harga rata-rata cabai rawit hijau per 28 Januari 2026 di angka Rp51.100 per kilogram. Kalimantan Utara menjadi yang termahal, mencapai Rp81.900 per kilogram.

10 Provinsi dengan Harga Cabai Rawit Hijau Termahal

(Per 28 Januari 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata cabai rawit hijau di pasar tradisional berada di angka Rp51.100 per kilogram per 28 Januari 2026. Meskipun begitu, pergerakan harga komoditas tersebut masih menunjukkan variasi yang cukup jauh antardaerah. Kondisi ini menandakan bahwa stabilitas harga secara nasional belum sepenuhnya merata, terutama jika dilihat dari perspektif kewilayahan.

Secara umum, pasokan cabai rawit hijau di tingkat nasional masih relatif mencukupi. Namun, perbedaan harga antarprovinsi tetap menjadi sorotan, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan produksi lokal dan menghadapi tantangan distribusi.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Harga Cabai Merah Keriting Termahal 2026

Kalimantan Utara tercatat sebagai provinsi dengan harga cabai rawit hijau termahal, yakni mencapai Rp81.900 per kilogram di pasar tradisional. Tingginya harga ini mencerminkan kondisi daerah yang masih sangat bergantung pada pasokan antarpulau, sehingga biaya distribusi ikut mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Di posisi kedua, Maluku Utara mencatat harga Rp70.000 per kilogram, disusul Kepulauan Bangka Belitung dengan harga Rp68.900 per kilogram. Sementara itu, Sumatra Barat dan Kalimantan Timur melengkapi lima besar provinsi dengan harga cabai rawit hijau tertinggi, masing-masing berada di level Rp62.650 dan Rp62.500 per kilogram.

Selain lima provinsi teratas, sejumlah wilayah lain juga mencatat harga cabai rawit hijau yang masih tergolong tinggi. Aceh mencatatkan harga Rp60.400 per kilogram, diikuti Riau sebesar Rp60.100 per kilogram. Kepulauan Riau dan DKI Jakarta masing-masing mematok Rp59.700 dan Rp55.300 per kilogram, sedangkan Kalimantan Barat menutup daftar sepuluh provinsi dengan harga tertinggi di angka Rp55.050 per kilogram.

Sebaliknya, beberapa provinsi menikmati harga yang lebih rendah dari harga rata-rata nasional. Seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan yang masih memiliki harga di bawah Rp30.000. Kondisi ini tentunya ditopang oleh beberapa faktor seperti pasokan yang melimpah, jalur distribusi yang lebih singkat, dan faktor-faktor pendukung lainnya.

Ke depannya, dengan pengelolaan pasokan yang berkelanjutan, pergerakan harga cabai rawit hijau diharapkan dapat terjaga dalam batas wajar. Berkat strategi yang tepat, komoditas ini diharapkan tidak hanya lebih stabil secara harga, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Curah Terjaga, Ini Daftar Provinsi Termahal Awal 2026

Sumber:

https://www.bi.go.id/hargapangan/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook