Perkembangan teknologi digital semakin memengaruhi cara masyarakat Indonesia mengakses informasi, termasuk ketika mengikuti perkembangan konflik internasional. Survei terbaru yang dilakukan oleh GoodStats menunjukkan bahwa media sosial menjadi sumber informasi yang paling sering digunakan publik untuk mengetahui isu konflik global.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 7–11 Maret 2026, sebanyak 40,32% responden mengaku paling sering memperoleh informasi mengenai konflik internasional melalui media sosial. Platform digital dinilai mampu menyajikan informasi secara cepat dan mudah diakses, sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan situasi secara real-time.
Baca Juga: Respons Publik RI terhadap Konflik Iran Vs AS-Israel, Mayoritas Cemas
Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, tetapi juga menjadi kanal utama distribusi informasi global. Kecepatan penyebaran berita serta beragam format konten, mulai dari teks, video, hingga infografik, membuat platform ini semakin relevan dalam ekosistem konsumsi informasi masyarakat.
Di posisi berikutnya, media online nasional menjadi sumber informasi bagi 21,65% responden. Hal ini menandakan bahwa media berita digital dalam negeri masih memiliki peran penting dalam memberikan konteks lokal dan analisis terhadap isu internasional. Sementara itu, media internasional dipilih oleh 15,95% responden sebagai sumber informasi terkait konflik global.
Selain itu, podcast dan YouTube juga menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat dalam mengikuti perkembangan isu internasional, dengan persentase 10,52%. Format audio dan video dinilai memberikan penjelasan yang lebih mendalam serta menghadirkan perspektif yang lebih beragam dibandingkan format berita singkat.
Di sisi lain, media konvensional seperti televisi tercatat hanya menjadi sumber informasi bagi 5,87% responden. Sementara itu, informasi yang diperoleh melalui grup WhatsApp atau Telegram berada pada angka 4,82%, dan kategori lainnya sebesar 0,88%.
Hasil survei ini memperlihatkan adanya pergeseran pola konsumsi informasi publik dari media tradisional menuju platform digital yang lebih fleksibel dan cepat. Masyarakat kini cenderung mengandalkan sumber informasi yang dapat diakses kapan saja melalui perangkat pribadi.
Survei ini melibatkan 540 responden yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dengan rentang usia 19 hingga 55 tahun. Pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan panel responden yang dikelola oleh GoodStats bekerja sama dengan Digivla.
Temuan ini menegaskan bahwa di era informasi yang bergerak cepat, media sosial dan platform digital semakin menjadi pintu utama masyarakat untuk memahami dinamika isu global. Namun, di tengah derasnya arus informasi tersebut, kemampuan memilah sumber yang kredibel tetap menjadi kunci agar publik dapat memperoleh gambaran yang akurat mengenai berbagai konflik yang terjadi di dunia.
Baca Juga: Mayoritas Publik RI Dukung Iran, Namun Tetap Khawatir Dampak Konflik
Sumber:
https://goodstats.id/publication/survei-persepsi-publik-indonesia-terhadap-perang-amerika-israel-dan-iran-VxdUU