Minat masyarakat Indonesia dalam memilih sektor bisnis menunjukkan kecenderungan pada usaha yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Hal ini terlihat dari hasil survei Jakpat yang melibatkan 1.258 responden, terdiri dari pelaku usaha aktif dan individu yang berencana memulai bisnis dalam waktu dekat.
Sektor makanan dan minuman menjadi yang paling diminati dengan persentase sebesar 45%. Tingginya angka ini mencerminkan stabilnya permintaan pasar serta relatif mudahnya akses untuk memulai usaha di bidang kuliner. Di posisi kedua, sektor kebutuhan pokok (grosir) dipilih oleh 30% responden, menguatkan tren bahwa bisnis berbasis kebutuhan harian masih dianggap paling aman dan berkelanjutan.
Baca Juga: Modal Jadi Penghalang Terbesar Memulai Bisnis di Indonesia
Sementara itu, sektor fashion dan tekstil berada di angka 21%, diikuti oleh pertanian, peternakan, dan perikanan sebesar 19%. Kedua sektor ini menunjukkan kombinasi menarik antara industri kreatif dan sektor berbasis sumber daya alam. Hal ini menandakan bahwa peluang bisnis tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga terbuka luas di sektor primer.
Di kelompok berikutnya, sektor properti dan real estate mencatat 12%, sedangkan produk kecantikan dan perawatan diri, pendidikan dan pelatihan, serta telekomunikasi dan produk digital masing-masing berada di angka 11%. Ini menunjukkan mulai berkembangnya minat pada sektor gaya hidup, pengembangan diri, dan teknologi.
Adapun sektor seni, hiburan, dan rekreasi serta ekspor–impor sama-sama berada di angka 9%. Meski persentasenya lebih kecil, sektor ini tetap memiliki potensi, terutama dengan meningkatnya konsumsi hiburan dan peluang pasar global.
Secara keseluruhan, preferensi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mengutamakan sektor yang stabil, namun mulai melirik peluang baru di bidang digital dan kreatif sebagai alternatif pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: 59% Publik Indonesia Berencana Memulai Bisnis
Sumber:
https://insight.jakpat.net/trends-in-modern-entrepreneurship/