7 Negara yang Paling Skeptis terhadap AI 2026, AS Nomor 1!
AS menjadi negara yang paling tidak setuju AI membawa dampak positif, angka yang tidak setuju jauh lebih mendominasi daripada yang setuju.
7 Negara yang Paling Tidak Setuju AI Beri Dampak Positif
(Tahun 2026)
Unduh
Perubahan dunia yang cepat telah memicu perkembangan artificial intellegence (AI) dan penggunaannya dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga menjadi lebih efisien.
Di dunia pendidikan misal, AI banyak digunakan untuk mempermudah siswa mempelajari sesuatu secara efektif. Di sisi lain, tren konsumsi berita juga semakin bergeser dari sumber tradisional seperti TV, radio, koran, dan situs web ke media sosial bahkan AI.
Tidak hanya itu, AI saat ini telah dijadikan sarana pendukung penting guna meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan. Adopsi teknologi AI untuk mempermudah pengambilan keputusan dan mengefisiensikan proses pelayanan semakin masif di tingkat negara maupun daerah.
Dalam laporan Global Trends, The Search for Silver Linings oleh Ipsos yang melibatkan 29.542 responden dari 38 negara, terdapat temuan menarik terkait pandangan masyarakat terhadap AI serta dampaknya.
Hasil survei menunjukkan bahwa 56% responden setuju AI membawa dampak positif dalam kehidupan, sementara 35% sisanya tidak setuju.
Baca Juga: Siswa Indonesia Masih Bergantung AI, 39% Siswa Jepang Justru Pilih Kerjakan Tugas Tanpa AI
Namun demikian, rasa ketidaknyamanan semakin meningkat di tengah dampak positif ataupun manfaat yang dirasakan responden. Sebagai tempat bagi banyak perusahaan yang mendorong revolusi AI, responden Amerika Serikat (AS) nyatanya menjadi yang paling skeptis.
Berdasarkan skor setuju bersih (net agree score) dari hasil pengurangan persentase responden setuju dan tidak setuju, AS menjadi negara teratas yang tidak setuju bahwa AI membawa dampak positif.
Dalam pengukuran ini, semakin mendekati skor 100, maka dukungan terhadap AI kian mutlak. Di sisi lain, skor minus menunjukkan bahwa responden yang tidak setuju lebih banyak dibandingkan yang setuju.
AS meraih skor -22, yang menunjukkan lebih banyak responden yang tidak setuju bahwa AI membawa dampak positif.
Selanjutnya, Prancis menempati urutan kedua dengan net agree score sebesar -20, diikuti oleh Belanda di urutan ketiga dengan -18.
Adapun urutan keempat hingga keenam diisi oleh Britania Raya, Kanada, dan Jerman yang masing-masing memiliki nilai yang sama, memperlihatkan bahwa responden yang tidak setuju lebih banyak 14 poin persentase daripada yang tidak setuju.
Menutup daftar negara yang paling tidak setuju bahwa AI memberikan dampak positif terhadap dunia berdasarkan net agree score pada tahun 2026, Belgia berada di urutan ketujuh dengan -11.
Baca Juga: 10 Negara yang Paling Setuju AI Beri Dampak Positif, Indonesia Masuk Daftar!
Sumber:
https://www.ipsos.com/en/ipsos-global-trends-10th-edition-release
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
5 Kampus dengan Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia 2026
10 Provinsi dengan Puskesmas Rehabilitasi NAPZA Terbanyak 2025
10 Gereja Tertinggi di Asia Tenggara, Ada Katedral Jakarta