Kepala desa dan lurah memegang peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di tengah kompleksitas persoalan pembangunan, pelayanan publik, serta tuntutan transparansi, kapasitas sumber daya manusia aparatur desa dan kelurahan menjadi faktor yang semakin penting.
Latar belakang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, kerap dipandang sebagai modal awal dalam memperkuat kemampuan kepemimpinan, pengambilan kebijakan, serta pengelolaan administrasi pemerintahan di tingkat lokal.
Baca Juga: Proporsi Kepala Desa/Lurah Perempuan Masih Kurang dari 7%
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat tujuh provinsi dengan jumlah kepala desa dan lurah lulusan perguruan tinggi terbanyak di Indonesia. Jawa Tengah menempati posisi teratas dengan total 4.837 kepala desa dan lurah berpendidikan tinggi. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan lulusan DIV atau S1 sebanyak 3.958 orang, disusul lulusan Akademi/DIII sebanyak 646 orang, S2 sebanyak 230 orang, dan S3 sebanyak 3 orang.
Selanjutnya, Jawa Timur berada di posisi kedua dengan 4.708 kepala desa dan lurah lulusan perguruan tinggi. Lulusan DIV/S1 mendominasi dengan jumlah 4.144 orang, lulusan Akademi/DIII sebanyak 276 orang, sementara lulusan S2 tercatat sebanyak 286 orang dan S3 sebanyak 2 orang. Masih di Pulau Jawa, Jawa Barat menyusul dengan jumlah 2.815 orang dan didominasi oleh lulusan DIV/S1 sebanyak 2.376.
Di luar Pulau Jawa, Aceh menempati posisi keempat dengan total 2.604 kepala desa dan lurah lulusan perguruan tinggi, yang sebagian besar merupakan lulusan DIV/S1 sebanyak 2.190 orang, 345 lulusan Akademi/DIII, 66 lulusan S2, serta 3 lulusan S3. Sementara itu, Sumatra Utara mencatat 2.593 kepala desa dan lurah lulusan perguruan tinggi, yakni 359 lulusan Akademi/DIII, 2.187 lulusan DIV/S1, serta 47 lulusan S2.
Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatra Selatan menyusul dengan jumlah yang relatif berimbang, masing-masing 1.607 dan 1.529 kepala desa dan lurah lulusan perguruan tinggi. Kedua provinsi ini sama-sama didominasi oleh lulusan DIV/S1.
Data ini menunjukkan bahwa lulusan pendidikan tinggi, terutama jenjang DIV/S1, mendominasi kepemimpinan desa dan kelurahan di sebagian besar provinsi. Kondisi tersebut memberi harapan bahwa dengan bekal pendidikan yang lebih baik, diharapkan kepemimpinan desa dan kelurahan mampu menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: 5 Provinsi dengan Kepala Desa/Lurah Perempuan Terbanyak 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/11/df409d461277ba686888b7f6/statistik-potensi-desa-indonesia-2025.html