Kepercayaan terhadap peran agama dalam meningkatkan toleransi di masyarakat masih sangat tinggi di berbagai negara. Menurut survei Pew Research Center, 70% responden global percaya bahwa agama dapat mendorong toleransi di dalam kehidupan sosial.
Dari 36 negara dalam survei, Indonesia meraih angka yang cukup tinggi, mencapai 95%, berada di peringkat kedua di bawah Tunisia yang sebesar 98%. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih memandang agama sebagai kekuatan sosial yang mendorong sikap saling menghargai di tengah keberagaman.
Baca Juga: 6 Agama Terbesar di Dunia: Kristen dan Islam Mendominasi
Di posisi berikutnya terdapat Kenya dengan tingkat kepercayaan sebesar 91%. Kemudian, Sri Lanka dan Turki sama-sama mencatat angka 90%, menandakan keyakinan yang kuat terhadap peran agama dalam memperkuat toleransi sosial.
Selanjutnya, Nigeria berada pada posisi keenam dengan 85%, diikuti Tailan dengan 84%.
Negara Asia Tenggara lainnya juga masuk dalam daftar. Filipina mencatat tingkat kepercayaan sebesar 83%, disusul oleh Malaysia dengan 82%.
Sementara itu, Ghana melengkapi sepuluh besar dengan 81% responden yang menilai agama berkontribusi dalam meningkatkan toleransi di masyarakat.
Data ini menegaskan bahwa di berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Afrika, hingga Timur Tengah, agama masih dipandang sebagai faktor penting dalam mendorong terciptanya sikap toleran dan hubungan sosial yang lebih harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
Tidak hanya itu, Indonesia juga jadi negara yang paling percaya agama membantu kehidupan sosial masyarakatnya, dengan tingkat kepercayaan mencapai 100%.
Adapun survei ini melibatkan 12.693 panel responden pada 13-25 Februari 2024, termasuk dari Indonesia.
Baca Juga: Negara dengan Persentase Penduduk Muslim Terbanyak
Sumber:
https://www.pewresearch.org/global/2025/01/28/what-impact-do-people-around-the-world-think-religion-has-on-their-society/