Sebanyak 2,1 juta mahasiswa baru tercatat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada 2025. Dari jumlah tersebut, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi tujuan utama calon mahasiswa dengan porsi mencapai 45,57% dari total mahasiswa baru atau sekitar 983,7 ribu.
Data ini menunjukkan bahwa PTN masih menjadi pilihan favorit masyarakat karena reputasi akademik, biaya pendidikan yang relatif terjangkau, hingga ketersediaan berbagai program bantuan pendidikan dan beasiswa.
Baca Juga: Gaji Dosen di Asia Tenggara, Indonesia Terendah?
Adapun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) duduk di bangku kedua dengan proporsi mahasiswa baru sebesar 39,47% atau setara 851,9 ribu. Selisih yang tipis ini menunjukkan bahwa peran PTS dalam ekosistem pendidikan tinggi Indonesia masih sangat besar.
Sementara itu, 6,78% mahasiswa baru memilih melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Agama (PTA) negeri, setara 146,5 ribu mahasiswa. PTA swasta menyusul tipis dengan 103,9 ribu mahasiswa, setara 4,82%. Terakhir, hanya 72,7 ribu mahasiswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), setara 3,37% dari total mahasiswa baru pada 2025.
Perbedaan jenis perguruan tinggi di atas terletak pada pengelolanya. PTN sendiri merupakan perguruan tinggi yang didirikan dan dikelola pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
PTN umumnya menjadi pilihan utama karena memiliki reputasi akademik yang kuat dan biaya kuliah yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.
Sementara itu, PTS adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh yayasan atau badan hukum swasta.
Di sisi lain, PTA negeri adalah perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, sedangkan PTA swasta berada di bawah badan swasta. Kampus-kampus ini berfokus pada pengembangan pendidikan berbasis nilai keagamaan, sekaligus menyediakan berbagai program studi umum sesuai kebutuhan masyarakat.
Terakhir, PTK adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh kementerian tertentu untuk menghasilkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan instansi. Nantinya, lulusan PTK biasanya bakal langsung mengisi kebutuhan tenaga profesional di sektor pemerintahan.
Baca Juga: Tren Jumlah Mahasiswa dan Dosen Indonesia 2019-2024
Sumber:
https://kemdiktisaintek.go.id/library/book/statistik-pendidikan-tinggi-2025