Bekerja kini menjadi aktivitas utama bagi sebagian besar pemuda Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 57,86% pemuda menghabiskan kesehariannya dengan bekerja. Angka ini mencerminkan posisi pemuda yang semakin sentral dalam kehidupan ekonomi, sekaligus menandai fase transisi penting dari dunia pendidikan menuju dunia kerja. Di tengah dinamika pasar kerja dan tantangan transisi pendidikan ke pekerjaan, keterlibatan pemuda dalam aktivitas ekonomi menjadi penanda penting bagi arah pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: Mayoritas Pekerja Indonesia Bekerja 35 Hingga 48 Jam Per Minggu
Undang-Undang Kepemudaan menetapkan bahwa pemuda adalah individu berusia 16-30 tahun, rentang usia yang mencakup masa sekolah hingga masa kerja. Karena itu, tidak mengherankan apabila sebagian besar pemuda terlibat dalam kegiatan pendidikan atau aktivitas ekonomi, baik bekerja maupun mencari kerja. BPS mencatat, selain yang bekerja, terdapat 17,21% pemuda yang masih bersekolah.
Di sisi lain, data tersebut juga mencerminkan tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi. Sebanyak 7,73% pemuda berada dalam status pengangguran. Angka ini menandakan adanya kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dan kesiapan tenaga kerja, baik dari sisi keterampilan, pengalaman, maupun kecocokan dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, 13,99% pemuda tercatat mengurus rumah tangga. Aktivitas ini kerap dipandang non-produktif, padahal memiliki peran penting dalam menopang kesejahteraan keluarga dan keberlangsungan kehidupan sosial. Terakhir, 3,21% pemuda menjalani aktivitas lain di luar kategori utama tersebut.
Secara keseluruhan, dominasi aktivitas bekerja di kalangan pemuda mencerminkan besarnya potensi bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Tantangan ke depan bukan hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memastikan pekerjaan yang tersedia layak, berkelanjutan, dan sesuai dengan kapasitas pemuda dengan dukungan pendidikan, pelatihan, dan kebijakan ketenagakerjaan. Dengan kebijakan yang tepat, pemuda tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga aktor utama pembangunan yang berkelanjutan.
Baca Juga: 35% Pemuda RI Bekerja Tidak Sesuai Tingkat Pendidikan
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/12/1a88777089ce471db17bb1fb/statistik-pemuda-indonesia-2025.html