DIY Jadi Provinsi Paling Siap Hadapi Bencana di Indonesia
DI Yogyakarta menjadi provinsi paling siap menghadapi risiko bencana, dengan skor indeks 0,76 pada 2025.
7 Provinsi Paling Siap Hadapi Bencana
(Tahun 2025)
Unduh
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga erupsi gunung api. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.
Untuk mengukur kapasitas dan kesiapan suatu wilayah dalam menghadapi ancaman bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD).
IKD diperoleh dari hasil focus group discussion yang mengukur tujuh parameter. Terdapat tiga hal utama yang dinilai. Pertama adalah kapasitas daerah yang mengukur kesiapan sistem, regulasi, pendanaan, kelembagaan, serta fasilitas darurat.
Berikutnya, mitigasi dan kesiapsiagaan, yang menilai langkah pencegahan, peringatan dini, dan edukasi masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana.
Terakhir, dinilai juga kajian risiko, yang membantu mengevaluasi sejauh mana daerah memahami tingkat ancaman dan kerentanan wilayah mereka.
Hasilnya, DI Yogyakarta berhasil meraih IKD tertinggi, skornya mencapai 0,76 pada 2025. Hal ini menobatkan DI Yogyakarta sebagai provinsi paling siap menghadapi risiko bencana.
Baca Juga: Kabupaten/Kota dengan Ketahanan Bencana Tertinggi 2025
Peringkat kedua dipegang oleh Jawa Tengah dengan skor indeks 0,74, disusul Banten dengan 0,67 dan DKI Jakarta sebesar 0,64. Bali bertengger di urutan keenam dengan skor 0,63, sedangkan daftar tujuh besar dilengkapi oleh Jawa Timur dengan skor 0,61.
Menariknya, seluruh provinsi di Pulau Jawa masuk dalam daftar tujuh besar daerah dengan indeks kesiapsiagaan bencana tertinggi pada 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi juga memiliki penguatan sistem mitigasi yang relatif baik.
Di sisi lain, banyak provinsi di luar Jawa juga menghadapi risiko bencana yang besar, tetapi masih menghadapi tantangan dalam membangun kapasitas kesiapsiagaan. Faktor seperti luas wilayah, kondisi geografis kepulauan, keterbatasan infrastruktur, akses transportasi, serta pemerataan fasilitas kebencanaan menjadi beberapa hambatan yang dapat memengaruhi kesiapan daerah.
Baca Juga: Gempa M7,7 Guncang Flores: Seberapa Siap Indonesia Menghadapi Bencana?
Sumber:
https://inarisk.bnpb.go.id/PERB/dashboard/maps.html
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Pendapatan Nelayan Triwulan II 2026 Turun, Tapi Biaya Produksi Meningkat