Di tengah menjamurnya layanan streaming, video pendek, dan berbagai platform hiburan digital, televisi ternyata masih menjadi media yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025 menunjukkan bahwa sebanyak 70,07% penduduk berusia 5 tahun ke atas masih menonton siaran televisi.
Menariknya, sebagian besar penonton televisi tergolong penonton aktif. Dari seluruh masyarakat yang masih menonton TV, sebanyak 62,7% mengaku menyaksikan siaran televisi selama 6–7 hari dalam seminggu. Artinya, mayoritas penonton menjadikan televisi sebagai konsumsi harian. Sementara itu, 21,83% menonton TV selama 3–5 hari per minggu dan 15,47% lainnya hanya menonton selama 1–2 hari dalam sepekan.
Baca Juga: Orang Indonesia Habiskan 44 Jam per Bulan Main TikTok pada 2025
Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling banyak menonton televisi. Penduduk usia 5–17 tahun mencatat persentase tertinggi, yakni 74,37%. Angka ini menunjukkan bahwa televisi masih menjadi salah satu sumber hiburan utama bagi kelompok usia muda, meskipun mereka tumbuh di era yang sarat dengan pilihan media digital.
Posisi berikutnya ditempati kelompok usia sekolah 7–18 tahun dengan persentase 73,11%. Sementara itu, kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas juga menunjukkan tingkat konsumsi televisi yang tinggi, yakni mencapai 69%. Di sisi lain, kelompok usia produktif muda 16–30 tahun mencatat persentase 66,03%, menjadi kelompok dengan tingkat menonton televisi paling rendah di antara kelompok umur yang disebutkan.
Temuan ini menunjukkan bahwa meski pola konsumsi media terus berubah, televisi belum kehilangan relevansinya. Bagi banyak masyarakat Indonesia, televisi masih menjadi sumber informasi, hiburan, dan teman beraktivitas yang sulit tergantikan sepenuhnya oleh platform digital.
Baca Juga: Simak Sumber Utama Publik Indonesia dalam Mencari Berita 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/05/29/07e7729b9936b34122db0589/statistik-sosial-budaya-2025.html