Indeks HAM di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?

Indeks HAM Indonesia tercatat sebesar 0,7, tertinggi keempat di Asia Tenggara pada 2024.

Indeks HAM di Asia Tenggara

(Tahun 2024)
Ukuran Fon:

Menurut Varieties of Democracy (V-Dem), indeks hak asasi manusia (HAM) Indonesia mencapai 0,7 pada 2024, berada pada posisi tengah di kawasan Asia Tenggara. Indeks ini mengukur kinerja penegakan HAM menurut tiga indikator, yakni hak integritas fisik, kebebasan sipil di ranah privasi, dan kebebasan sipil di ranah politik. Nilai indeks diperoleh dari ahli di setiap negara, dengan rentang skor 0-1. Semakin tinggi skor, maka semakin baik pula kinerja penegakan HAM di negara tersebut.

Baca Juga: Mengapa Kasus Pelanggaran HAM Tak Kunjung Tuntas?

Skor Indonesia sendiri cenderung stagnan. Pada 2020, indeks HAM Indonesia juga berada pada angka 0,7. Meski sempat naik menjadi 0,75 pada 2022, indeks HAM Indonesia terus menurun hingga 2024 lalu.

Di kawasan Asia Tenggara, Timor Leste tercatat memiliki indeks HAM tertinggi, dengan skor mencapai 0,87. Di urutan kedua ada Malaysia dengan 0,74 poin, diikuti Singapura sebesar 0,71. Adapun Indonesia bertengger di peringkat keempat kawasan.

Di bawah Indonesia, Filipina meraih indeks HAM sebesar 0,56, disusul Thailand sebesar 0,47, Vietnam (0,41), Kamboja (0,25), Laos (0,15), dan Myanmar (0,1).

Secara global, negara dengan indeks HAM terbesar dipegang oleh Estonia, Swedia, Denmark, Irlandia, dan Selandia Baru, yang sama-sama menorehkan skor nyaris sempurna, yakni 0,96. Tingginya indeks HAM di negara-negara tersebut menegaskan jaminan penegakan HAM yang benar-benar terealisasi, alih-alih hanya tertulis di atas kertas sebagai formalitas belaka.

Sebaliknya, Korea Utara memiliki indeks HAM terendah, dengan skor sebesar 0,02. Afghanistan juga meraih indeks HAM yang rendah, skornya hanya sebesar 0,04 pada 2024.

Baca Juga: Potret Aduan Pelanggaran HAM Indonesia 2025

Sumber:

https://ourworldindata.org/grapher/human-rights-index-vdem?tab=table

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook