Indeks HAM Indonesia Kembali Turun pada 2025

Indeks HAM Indonesia turun menjadi hanya 3 poin (skala 1-7) pada 2025.

Perkembangan Indeks HAM di Indonesia

(Tahun 2019-2025)
Ukuran Fon:

Kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia kembali menjadi sorotan pada 2025. Beragam kasus pelanggaran HAM yang tak kunjung tuntas memunculkan pertanyaan besar terkait komitmen negara dalam menjamin perlindungan hak dasar warga, mulai dari kebebasan sipil hingga penegakan keadilan.

Menurut SETARA Institute, indeks HAM Indonesia tercatat terus menurun sejak tiga tahun terakhir. Indeks HAM disusun untuk memberi gambaran situasi kondisi HAM sepanjang tahun. Penilaian didasarkan pada 50 sub-indikator yang terklasifikasi ke dalam enam indikator hak sipil dan politik serta lima indikator hak ekonomi, sosial, dan budaya.

Skor diberikan dari nilai 1-7, dengan nilai 1 menggambarkan pemajuan HAM paling buruk dan nilai 7 menandakan pemajuan HAM paling baik.

Baca Juga: Mengapa Kasus Pelanggaran HAM Tak Kunjung Tuntas?

Hasilnya, Indonesia memperoleh indeks HAM sebesar 3 poin pada 2025, turun 0,1 poin dari tahun 2024 yang skornya mencapai 3,1 poin.

“Rendahnya skor rata-rata nasional dalam Indeks HAM 2025 ini mencerminkan bahwa implementasi dari komitmen memperkokoh HAM sebagaimana Asta Cita 1 pemerintahan Prabowo-Gibran belum teruji dalam satu tahun kepemimpinannya,” tulis SETARA Institute dalam laporannya.

Tahun 2025, variabel ekonomi, sosial, dan budaya memperoleh skor yang lebih tinggi, yakni 3,2 poin, sedangkan sipil dan politik hanya 2,8 poin.

Untuk variabel sipil dan politik, skor untuk indikator kebebasan berekspresi dan berpendapat hanya memperoleh skor 1 poin, terendah dibanding indikator lain, sama seperti tahun-tahun berikutnya. Upaya pengkerdilan ruang-ruang sipil masih terasa, dengan kualitas kebebasan yang sangat rendah, menekan aksi massa dalam menyuarakan aspirasi melalui teror dan intimidasi.

Indikator hak atas keadilan meraih skor 3,1, menandakan penegakan yang malah semakin mundur, sedangkan indikator partisipasi masyarakat secara inklusif hanya meraih skor 3 poin.

Untuk variabel ekonomi, sosial, dan budaya, indikator hak atas pendidikan mendapatkan skor tertinggi, mencapai 4,3. Hak atas kesehatan hanya meraih skor 3,6, sedikit lebih tinggi dibanding hak atas pekerjaan dengan skor 3,4. Untuk hak atas tanah, indeks yang diperoleh sangat rendah, hanya 1,6 poin.

Baca Juga: Potret Aduan Pelanggaran HAM Indonesia 2025

Sumber:

https://setara-institute.org/indeks-ham-2025-menata-orientasi-pemajuan-ham/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook