Indeks Kepercayaan Industri April 2026 Turun, Imbas Perang?

Indeks Kepercayaan Industri pada April 2026 turun menjadi 51,75, melanjutkan penurunan sejak Januari di angka 54,12.

Tren Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di Indonesia

(Tahun 2025-2026)
Ukuran Fon:

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) adalah indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat keyakinan atau optimisme para pelaku usaha di sektor manufaktur terhadap kondisi bisnis mereka.

Indeks ini disusun oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia (RI) dan dianggap sebagai indikator yang krusial karena sektor manufaktur merupakan penyumbang terbesar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Adapun terdapat tiga variabel pembentuk IKI, yaitu pesanan baru (total volume pesanan baru yang diterima), produksi (total volume produksi), dan persediaan (total volume stok produk jadi).

Baca Juga: Kenapa Pengiriman Barang Besar di Industri Manufaktur Butuh Penanganan Khusus?

Dalam setahun terakhir, nilai IKI mengalami fluktuasi. Mulanya pada Mei 2025, IKI yang dicapai sebesar 52,11 dari skala 0-100. Sempat mengalami koreksi tipis ke angka 51,84 pada Juni, indeks kembali bergerak naik menjadi 51,89 pada Juli 2025.

Memasuki Agustus 2025, peningkatan terus terjadi hingga menyentuh 53,55 sekaligus sebagai periode dengan pencapaian IKI tertinggi dalam setahun terakhir.

Setelah itu, indeks sempat bergerak melandai ke angka 53,02 pada September, namun kembali bangkit menjadi 53,5 pada Oktober.

Memasuki akhir tahun, tren IKI cenderung stabil di angka 53,45 pada November dan ditutup pada posisi 51,9 pada Desember. Memasuki tahun 2026, sektor manufaktur kembali menunjukkan geliat. IKI mencatat kenaikan signifikan pada Januari 2026 dengan perolehan 54,12.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Pada Februari, nilai IKI terkoreksi menjadi 54,02, dan tren penurunan berlanjut pada Maret ke angka 51,86. Hingga April 2026, nilai kepercayaan industri berada di level 51,75.

Kemenperin memberikan tiga kategori terhadap besaran IKI, dengan rincian sebagai berikut:

  • KI > 50 (Ekspansi): Industri berada dalam kondisi tumbuh dan meningkat.
  • IKI = 50 (Stabil): Kondisi industri tidak mengalami perubahan atau stagnan.
  • IKI < 50 (Kontraksi): Industri sedang mengalami penurunan atau kontraksi.

Walaupun nilainya kian menyusut, kinerja industri di Indonesia masih tergolong mengalami ekspansi. Dalam siaran persnya, Kemenperin menyebutkan bahwa penurunan ini juga merupakan dampak dari perang yang kini terjadi di Timur Tengah.

“Dampak krisis energi akibat gejolak geopolitik saat ini sudah sama-sama kita ketahui, yakni memengaruhi sejumlah subsektor tertentu, seperti industri kimia dan sektor industri hilir lainnya, termasuk tekstil,” tutur Juru Bicara Kemenperin RI Febri Hendri Arief di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia mengimbau para pelaku usaha agar dapat memanfaatkan dinamika geopolitik dunia saat ini untuk meningkatkan kinerja ekspor mereka, khususnya sektor yang mengalami peningkatan pesanan pada bulan April, seperti industri pengolahan tembakau, industri pakaian jadi (garmen), industri kertas dan barang dari kertas, industri farmasi dan obat tradisional, industri barang logam dan mesin, industri komputer serta barang elektronik dan optik, serta industri peralatan listrik.

Baca Juga: Pabrik Bus & Truk Listrik Komersial Pertama di Indonesia Diresmikan, Siap Produksi 10.000 Bus Listrik

Sumber:

https://www.kemenperin.go.id/iki/index.php

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook