Pergerakan Penumpang Pesawat Domestik Turun Usai Libur Akhir Tahun

Mobilitas penerbangan domestik Indonesia mulai melandai pada awal 2026, turun 9,94% dibandingkan dengan Desember 2025.

Perkembangan Penumpang Angkutan Udara Domestik di Indonesia

(Desember 2025-Januari 2026)
Ukuran Fon:

Pergerakan penumpang angkutan udara domestik di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan dinamika yang menarik. Berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang pesawat domestik pada Januari 2026 tercatat mencapai sekitar 4,9 juta orang. Angka ini mengalami penurunan sekitar 9,94% dibandingkan dengan Desember 2025 yang biasanya menjadi periode dengan mobilitas tinggi karena momentum libur akhir tahun.

Baca Juga: Indonesia Punya Bandara Paling Banyak Se-Asia Tenggara per 2025

Penurunan ini terlihat di sejumlah bandara besar di Indonesia. Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang masih menjadi bandara dengan jumlah penumpang domestik terbesar. Pada Januari 2026, jumlah penumpang di bandara ini mencapai sekitar 1,3 juta orang, atau setara dengan 26,83% dari total penumpang domestik nasional. Meski tetap menjadi yang terbesar, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 16,76% dibandingkan Desember 2025 yang sebelumnya mencapai 1,58 juta penumpang.

Tren serupa juga terjadi di beberapa bandara utama lainnya. Bandara Juanda di Surabaya mencatat jumlah penumpang domestik sebanyak 412,1 ribu orang, turun 8,69% dari bulan sebelumnya yang mencapai 451,3 ribu penumpang. Sementara itu, Bandara Ngurah Rai di Denpasar juga mengalami penurunan meski relatif kecil, yakni sekitar 0,94%, dari 372 ribu penumpang pada Desember 2025 menjadi 368,5 ribu penumpang pada Januari 2026.

Di tengah penurunan yang terjadi di beberapa bandara besar, sejumlah bandara lain justru mencatatkan peningkatan pergerakan penumpang. Bandara Kualanamu di Medan menjadi salah satu yang mengalami pertumbuhan paling signifikan. Jumlah penumpang domestik di bandara ini naik 26,04%, dari 176,3 ribu orang pada Desember 2025 menjadi 222,2 ribu orang pada Januari 2026. Selain itu, Bandara Hasanuddin di Makassar juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan kenaikan 2,04%, dari 244,9 ribu penumpang menjadi 249,9 ribu penumpang.

Secara keseluruhan, penurunan jumlah penumpang pada Januari dapat dipahami sebagai bagian dari pola musiman setelah tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun. Meski demikian, pergerakan penumpang di berbagai bandara tetap menunjukkan aktivitas yang stabil, bahkan beberapa wilayah justru mencatat pertumbuhan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konektivitas udara di Indonesia tetap terjaga dengan baik. Dengan semakin berkembangnya infrastruktur transportasi dan meningkatnya mobilitas antardaerah, sektor penerbangan domestik masih memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan mendukung pergerakan masyarakat di berbagai wilayah Tanah Air.

Baca Juga: Mobilitas Menguat, Penumpang Udara Tumbuh Stabil pada 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2549/perkembangan-transportasi.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook