Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Harga Produsen Beras di Penggilingan 2025 mencatat bahwa harga gabah sepanjang tahun bergerak fluktuatif dengan kecenderungan meningkat pada paruh kedua tahun. Secara keseluruhan, rata-rata harga gabah selama 2025 berada di level Rp7.081 per kg.
Gabah merupakan padi yang telah dipanen dan masih dalam bentuk bulir berkulit (belum digiling menjadi beras). Dalam rantai pasoknya, gabah dijual oleh petani atau pengepul kepada pihak penggilingan yang berperan melakukan pengolahan gabah menjadi beras siap konsumsi.
Baca Juga: Tren Harga Beras Premium di Penggilingan 2025, Tertinggi di Penghujung Tahun
Pada awal tahun, harga gabah cenderung stabil. Januari dibuka di Rp6.850 per kg dan sedikit turun pada Februari menjadi Rp6.811 per kg. Memasuki Maret, harga kembali naik ke Rp6.872 per kg, namun kemudian melemah pada April ke Rp6.712 per kg yang menjadi titik terendah sepanjang tahun. Pada Mei, harga mulai pulih tipis ke Rp6.828 per kg.
Memasuki pertengahan tahun, tren harga mulai menguat. Pada Juni, harga naik ke Rp7.029 per kg dan terus meningkat pada Juli menjadi Rp7.229 per kg. Kenaikan berlanjut hingga Agustus yang mencapai Rp7.399 per kg, sekaligus menjadi level tertinggi sepanjang 2025.
Setelah mencapai puncak, harga sempat mengalami koreksi pada September hingga November, masing-masing di Rp7.342, Rp7.318, dan Rp7.188 per kg. Meski demikian, harga kembali menguat pada Desember ke Rp7.347 per kg, menutup tahun di level yang relatif tinggi.
Kenaikan pada paruh kedua tahun ini mengindikasikan adanya dinamika pasokan dan permintaan di tingkat produsen. Secara umum, pola pergerakan harga menunjukkan bahwa harga gabah cenderung melemah saat awal tahun dan kembali menguat seiring berkurangnya pasokan hingga akhir tahun.
Baca Juga: Rerata Harga Beras di Penggilingan Menurut Kualitas 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/03/17/a21ac986f12e0445cdaa3661/statistik-harga-produsen-beras-di-penggilingan-2025.html