Program Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) adalah beasiswa yang dikelola pemerintah Indonesia dengan pendanaan dari APBN untuk mendukung studi magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Program ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas yang diharapkan kembali dan berkontribusi pada pembangunan nasional. Karena dibiayai oleh dana publik, para penerimanya kerap dipandang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik diri sendiri sekaligus negara.
Baca Juga: Isu Alumnus LPDP Sasetyaningtyas Tuai Respons Negatif hingga 39% di X
Perbincangan publik mencuat setelah unggahan alumnus LPDP, Dwi Sasetyaningtyas (DS), di media sosial yang merayakan kewarganegaraan Inggris anaknya serta menyatakan tidak berniat menjadikan anaknya warga negara Indonesia. Unggahan tersebut memicu respons luas dari warganet karena dianggap tidak sejalan dengan semangat kontribusi nasional yang melekat pada penerima beasiswa negara.
Drone Emprit melakukan analisis terkait isu LPDP dan Sasetyaningtyas pada 11-24 Februari 2026. Isu ini diberitakan dalam 1.336 artikel yang menuai 5.431 mentions dan dibicarakan di media sosial sebanyak 20.089 sample mentions.
Di Instagram, sentimen netral mendominasi dengan 55,2%, mengindikasikan bahwa publik masih menanti perkembangan selanjutnya dari kasus tersebut. Sentimen negatif tercatat sebesar 43,3%, didorong oleh beberapa persepsi. Pertama, DS dinilai menghina Indonesia melalui pernyataannya. Kedua, ia dipersepsikan tidak tahu diri karena menerima pendanaan pendidikan dari pajak masyarakat. DS juga diduga melanggar kewajiban pengabdian LPDP
Kemudian, muncul anggapan elitis atau glorifikasi warga negara asing, seolah status luar negeri diposisikan lebih baik daripada Indonesia. Terakhir, polemik ini oleh sebagian warganet dipandang sebagai cerminan kegagalan moral penerima beasiswa, meskipun penilaian tersebut masih berupa opini publik yang berkembang di ruang digital.
Isu ini juga mendapat perhatian dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menegaskan tanggung jawab moral penerima LPDP.
“Teman-teman yang dapat pinjaman LPDP, jangan hina-hina negaralah. Itu uang dari pajak untuk memastikan SDM kita tumbuh. Nanti saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan. Jadi jangan menghina negara Anda sendiri,” tegasnya dikutip CNN (23/2/2026).
Sebaliknya, publik yang merespon isu ini dengan positif di Instagram hanya sebanyak 1,5%, terutama muncul setelah Dwi Sasetyaningtyas mengunggah permintaan maaf di akun pribadinya. Sebagian kecil warganet menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya meredakan polemik.
Baca Juga: Sentimen Publik terhadap Isu LPDP dan Sasetyaningtyas di Media Online
Sumber:
https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2027120401445458224