Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di utara Sumatra menyita perhatian publik beberapa minggu terakhir. Banjir yang dipicu oleh cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar, deforestasi, serta pembalakan dan penambangan liar ini setidaknya mengakibatkan 971 korban jiwa hingga 11 Desember 2025.
Drone Emprit melakukan analisis percakapan online pada 24 November-7 Desember 2025 mengenai isu dan tren pembahasan bencana di Aceh dan Sumatra. Berhasil terkumpul 67.449 artikel dengan 217.944 mentions dan 86.112 sample mentions di media sosial. Adapun media sosial yang dianalisis adalah Twitter (X), Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan Threads.
Baca Juga: Sentimen Warganet TikTok terhadap Bencana Sumatra 2025
Secara keseluruhan, sentimen warganet di media sosial terhadap bencana Sumatra cenderung negatif. Sebanyak 58,1% percakapan memiliki sentimen negatif, 26,1% positif, dan sisanya 15,8% netral. Dari seluruh media sosial yang dianalisis, Threads memiliki sentimen negatif tertinggi, mencapai 72,8%.
Sentimen negatif ini lahir dari kesan “Jawasentris” yang ditunjukkan pemerintah, yang dinilai abai terhadap bencana Sumatra karena lokasinya yang bukan di Jawa. lambatnya penetapan status bencana nasional juga jadi sorotan, ditambah kritik dugaan adanya tambang ilegal dan pembalakan liar. Sementara itu, warganet di Threads juga menyuarakan kekecewaannya terhadap pemerintah yang bekerja lebih lambat dibanding era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
Di sisi lain, sentimen positif tercatat rendah, sebanyak 17,4%. Sentimen ini didorong upaya aparat dan BPBD dalam mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan, serta kerja Polri dalam memulihkan komunikasi di wilayah terisolir dengan bantuan Starlink.
Adapun sisanya sebanyak 9,8% sentimen berupa netral.
Baca Juga: Daftar Provinsi yang Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatra
Sumber:
https://pers.droneemprit.id/update-sentimen-publik-terhadap-penanganan-bencana-di-aceh-dan-sumatra/