Pada 27 Desember 2025, komika Pandji Pragiwaksono merilis pertunjukan spesial stand-up comedy bertajuk Mens Rea secara global melalui platform Netflix. Penayangan ini langsung menyita perhatian publik karena materi yang dibawakan Pandji dikenal sarat kritik sosial dan politik. Kehadiran Mens Rea tidak hanya menjadi perbincangan di ruang hiburan, tetapi juga memicu diskursus luas di media online dan media sosial.
Baca Juga: Mens Rea Pandji Pragiwaksono Tuai Sentimen Positif di Media Sosial
Berdasarkan data Drone Emprit, isu Mens Rea oleh Pandji Pragiwaksono diberitakan dalam 624 artikel media online dengan total 954 mentions. Sementara itu, di media sosial tercatat 19.787 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, yakni Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, serta media online. Pengumpulan data dilakukan pada periode 26 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026 pukul 23.59 WIB. Objek penelitian difokuskan pada Mens Rea oleh Pandji Pragiwaksono dengan kata kunci “Pandji”, “Mensrea”, dan “Mens Rea”.
Analisis sentimen menunjukkan dominasi respons positif, khususnya di Twitter/X, dengan persentase mencapai 63%. Sentimen negatif tercatat sebanyak 15,6% dan sentimen netral 21,4%. Sentimen positif umumnya muncul dalam bentuk pujian atas keberanian Pandji menyampaikan kritik politik yang tajam, viralnya isu “intel” yang dianggap memperkuat validasi materi sensitif, serta sindiran balik warganet terhadap buzzer pendukung kekuasaan. Selain itu, solidaritas publik juga tampak melalui doa dan dukungan terhadap keselamatan Pandji, termasuk apresiasi dari Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang mengajak masyarakat menilai kritik sebagai bagian dari evaluasi kinerja.
Di sisi lain, sentimen negatif muncul dalam bentuk tuduhan body shaming terhadap fisik Gibran, anggapan bahwa materi komedi Pandji melanggar etika melucu, serta sorotan terhadap dugaan kesalahan data dan fakta hukum yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut. Perdebatan ini memperlihatkan polarisasi pandangan publik terhadap batas antara kritik, humor, dan etika.
Dalam dinamika diskusi tersebut, peran akun-akun berpengaruh di Twitter/X turut memperkuat arus percakapan. Lima pemengaruh teratas didominasi oleh akun Pandji dan pendukungnya, dengan @pandji mencatat 3.178 engagements, diikuti @aniesbaswedan sebesar 718 engagements dan @toe_giman 711 engagements. Selain itu, akun film @HabisNontonFilm juga berkontribusi signifikan dengan 945 engagements, sementara akun media @tempodotco mencatat 628 engagements, akun-akun tersebut menunjukkan keterlibatan lintas komunitas dalam merespons isu Mens Rea.
Tagar seperti #MensRea, #TempoPlus, #BerantasNarkobaLindungiBangsa #AminAjaDulu, dan #GreDuation memperluas diskusi hingga ke isu budaya pop dan narasi tandingan terkait korupsi. Dengan demikian, data tersebut menunjukkan bahwa perhatian dan suara warganet di Twitter/X tidak hanya mencerminkan apresiasi terhadap keberanian kritik Pandji, tetapi juga menggambarkan kompleksitas ruang publik digital yang sarat perdebatan sosial dan politik.
Baca Juga: Sentimen Publik terhadap Mens Rea Pandji Pragiwaksono di Media Online
Sumber:
https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2009115576871080278