Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat terdapat 296.948 pekerja migran Indonesia (PMI) sepanjang tahun 2025, turun 0,16% dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 187.468 di antaranya merupakan perempuan dan sisanya laki-laki.
Penempatan didominasi sektor yang bekerja pada pemberi kerja perseorangan, menyumbang 72,53% dari total penempatan.
Ditinjau berdasarkan provinsi asal, maka mayoritas pekerja migran berasal dari Pulau Jawa. Jawa Timur memuncaki daftar, dengan mengirimkan 69.925 PMI sepanjang 2025. Meski begitu, jumlahnya turun drastis dibanding tahun 2024 yang mencapai 79.339 pekerja.
Baca Juga: Jumlah Keberangkatan Pekerja Migran Indonesia Terus Meningkat
Di urutan kedua ada Jawa Barat dengan total penempatan mencapai 62.358 pekerja, naik tipis dibanding 2024 yang sebanyak 61.556 pekerja. Jawa Tengah melengkapi daftar tiga besar dengan jumlah PMI mencapai 62.276 orang.
Di luar Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) memimpin dengan total 35.215 pekerja. Jumlah PMI asal NTB ini naik tipis dari tahun sebelumnya yang sebanyak 31.031 orang.
Posisi kelima diisi Lampung dengan 24.175 pekerja, disusul Bali (10.059 pekerja), Sulawesi Selatan (7.173 pekerja), Nusa Tenggara Timur (4.163 pekerja), Banten (3.658 pekerja), dan Sumatra Utara (3.545 pekerja).
Sementara itu, Taiwan menjadi negara tujuan utama PMI, mencatatkan 89.960 orang yang ditempatkan di negara tersebut sepanjang tahun 2025, naik 6,35% dibanding tahun lalu yang sebanyak 84.581 orang.
Adapun mayoritas PMI ditempatkan sebagai pekerja rumah tangga, mencapai 76.773 orang, turun 23,3% dibanding tahun lalu. Sisanya bekerja sebagai caregiver (53.574 pekerja), pekerja perkebunan (27.828 pekerja), pekerja umum (17.250 pekerja), dan pekerja domestik (14.466 pekerja).
Baca Juga: 10 Negara Utama Tujuan Pekerja Migran Indonesia 2024
Sumber:
https://kp2mi.go.id/statistik-detail/data-penempatan-dan-pelindungan-pekerja-migran-indonesia-periode-tahun-2025