7 Provinsi dengan Jumlah Lembaga Pelatihan Kerja Terbanyak 2025

Pada 2025, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah LPK terbanyak di Indonesia, mencapai 1.467 lembaga.

7 Provinsi dengan Jumlah Lembaga Pelatihan Kerja Terbanyak

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ketenagakerjaan nasional karena berfungsi menyiapkan tenaga kerja yang terampil, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja. Di tengah perubahan struktur ekonomi dan meningkatnya kebutuhan keterampilan praktis, keberadaan LPK menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Baca Juga: Tingkat Pengangguran Indonesia Tak Sampai 5%, Penduduk Kerja Tembus 95%

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah LPK di Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 7.437 lembaga. Dari total tersebut, sebagian besar masih berstatus belum terakreditasi, yakni sebanyak 6.088 lembaga, sementara LPK yang telah terakreditasi baru mencapai 1.349 lembaga.

Dilihat dari tipe lembaga, BLK Komunitas mendominasi dengan jumlah 3.691 lembaga, diikuti LPK Swasta sebanyak 3.306. Selain itu, terdapat BLK UPTD sebanyak 280, BLK UPTP 28, BLKLN 94, Lembaga Pelatihan K/L 15, LPK Perusahaan 17, serta SKPD sebanyak 6 lembaga. Ragam tipe ini menunjukkan keterlibatan banyak aktor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta, dalam penyelenggaraan pelatihan kerja.

Dari sisi persebaran wilayah, tujuh provinsi tercatat sebagai daerah dengan jumlah LPK terbanyak pada 2025. Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 1.467 lembaga, disusul Jawa Timur sebanyak 1.390 dan Jawa Tengah 1.230 lembaga. Dominasi tiga provinsi di Pulau Jawa ini tidak terlepas dari tingginya jumlah penduduk usia kerja, konsentrasi industri, serta kebutuhan pasar tenaga kerja yang besar.

Banten berada di peringkat berikutnya dengan 334 lembaga, kemudian Sumatra Utara sebanyak 275, Sulawesi Tengah 270, dan Lampung dengan 258 lembaga.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa pengembangan LPK masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama Pulau Jawa. Tantangan ke depan tidak hanya memperluas pemerataan lembaga pelatihan, tetapi juga memastikan peningkatan akreditasi dan kualitas pelatihan agar LPK benar-benar mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan pasar.

Baca Juga: Jenjang Pendidikan Tenaga Kerja di Indonesia 2025, Lulusan SD Masih Mendominasi

Sumber:

https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulan-data/3214

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook