Upacara adat di Jawa Barat menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan nilai sosial masyarakat. Tradisi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merefleksikan hubungan manusia dengan alam, leluhur, dan kehidupan komunal.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat 2024 menunjukkan sejumlah daerah dengan penyelenggaraan upacara adat terbanyak. Kabupaten Cirebon dengan 65 kegiatan, menjadi daerah dengan jumlah upacara adat terbanyak. Tradisi yang paling dikenal dari daerah ini adalah Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan, sebuah upacara Maulid Nabi yang sarat simbol sejarah dan keagamaan. Selain itu, masyarakat pesisir juga rutin menggelar Nadran sebagai bentuk syukur atas hasil laut.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Hutan Adat Terluas 2025
Posisi kedua ditempati Majalengka dengan 60 kegiatan. Selain tradisi Mapag Sri sebagai ritual penyambutan musim panen, masyarakat setempat juga melestarikan upacara Guar Bumi, yakni tradisi syukuran dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap alam serta harapan atas keberkahan hasil bumi.
Di urutan ketiga terdapat Bandung Barat dengan 50 kegiatan. Daerah ini dikenal dengan upacara adat Bumi Lamba, Ritual ini dilaksanakan di kawasan kaki Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, sebagai amanat leluhur untuk menjaga keseimbangan alam dan merawat lingkungan. Pelaksanaannya biasanya bertepatan saat matahari berada di titik paling utara, yang dimaknai sebagai momentum sakral untuk memperkuat hubungan manusia dengan alam.
Sementara itu, Kota Bandung mencatat 46 kegiatan budaya. Salah satu tradisi yang dikenal adalah Pawai Jampana, yakni festival arak-arakan tandu besar berisi hasil bumi, kesenian, dan aneka makanan yang biasanya digelar dalam perayaan hari jadi Kabupaten Bandung maupun peringatan HUT RI.
Di Ciamis terdapat 44 kegiatan, termasuk upacara Nyangku di Panjalu yang merupakan ritual pembersihan benda pusaka peninggalan kerajaan. Sementara itu, Kota Bogor menempati posisi keenam dengan 32 kegiatan. Daerah ini dikenal melalui tradisi Seren Taun, sebuah upacara puncak di kampung adat seperti Kasepuhan Urug yang memadukan ungkapan syukur panen, penghormatan kepada leluhur, serta perayaan rakyat.
Selanjutnya, Subang mencatat 27 kegiatan adat, banyak di antaranya berupa syukuran panen dan ritual pelestarian lingkungan. Indramayu dengan 26 kegiatan memiliki tradisi Nadran dan Ngarot yang berkaitan dengan kehidupan pesisir dan pertanian.
Di daerah perkotaan, Kota Cirebon mencatat 20 kegiatan, dengan Grebeg Syawal dan Ngalap Berkah, tradisi ini merupakan tradisi berziarah ke makam Sunan Gunung Jati pada bulan Syawal, ditutup dengan saweran atau berbagai rezeki dari sultan kepada masyarakat. Sementara itu, Kota Bekasi memiliki 17 kegiatan, didominasi tradisi Sedekah Bumi sebagai bentuk syukur masyarakat terhadap hasil alam.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya di Jawa Barat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui partisipasi aktif masyarakat. Banyaknya kegiatan adat tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga berpotensi mendorong sektor pariwisata budaya dan ekonomi kreatif daerah.
Baca Juga: Sudah Adakah Ruang Inklusif bagi Masyarakat Adat?
Sumber:
https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/jumlah-upacara-adat-besar-berdasarkan-kabupatenkota-di-jawa-barat