Perilaku belanja masyarakat di ruang digital menunjukkan dinamika yang terus berkembang. Jika sebelumnya platform e-commerce menjadi titik awal utama dalam mencari produk, kini media sosial semakin memainkan peran penting dalam proses penelusuran sebelum pembelian. Pergeseran ini mencerminkan perubahan pola konsumsi yang kian dipengaruhi oleh konten, algoritma, dan interaksi di platform sosial.
Berdasarkan data terbaru terhadap 1.955 online shoppers, e-commerce masih menjadi kanal utama untuk browsing produk dengan persentase 86% pada paruh kedua 2025. Meski demikian, angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 90%, atau turun 4 poin persentase. Penurunan tipis ini menunjukkan bahwa dominasi e-commerce mulai mendapat tantangan dari kanal lain.
Baca Juga: Bukan Shopee, Ini Aplikasi Belanja Terpopuler 2025
Di sisi lain, media sosial milik brand justru mengalami peningkatan signifikan. Jika pada paruh kedua 2024 angkanya berada di 43%, maka pada periode yang sama tahun 2025 meningkat menjadi 53%, atau naik 10 poin persentase. Kenaikan ini menjadi yang paling mencolok di antara kanal lainnya, menandakan semakin besarnya peran media sosial dalam memengaruhi keputusan konsumen sejak tahap eksplorasi produk.
Sementara itu, online marketplace tercatat menurun dari 19% menjadi 16% dan quick-commerce juga sedikit turun dari 17% ke 16%. Berbeda dengan dua kanal tersebut, website resmi brand justru mengalami kenaikan dari 12% menjadi 14%, memperlihatkan bahwa konsumen juga mulai mencari informasi langsung dari sumber utama sebelum melakukan transaksi.
Survei berjudul Indonesia E-Commerce Trends – 2nd Semester of 2025 yang dirilis Jakpat ini melibatkan 2.125 responden yang dilaksanakan pada 25 November–3 Desember 2025 melalui kuesioner daring yang diakses menggunakan aplikasi mobile Jakpat. Sampel penelitian disusun berdasarkan proporsi pengguna internet di Indonesia, dengan margin of error di bawah 5%.
Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan bahwa meskipun e-commerce tetap menjadi kanal dominan dalam proses pencarian produk, media sosial semakin berperan sebagai pintu masuk awal dalam perjalanan belanja konsumen. Algoritma yang menampilkan produk secara personal dan mendorong passive browsing membuat media sosial tidak lagi sekadar ruang interaksi, melainkan juga ruang eksplorasi yang efektif sebelum keputusan pembelian diambil.
Baca Juga: Tren Pengeluaran Belanja Daring Konsumen Indonesia 2024
Sumber:
https://insight.jakpat.net/indonesia-e-commerce-trends-2nd-semester-of-2025/