Poin Penting
- Sebanyak 7,7 juta pekerja atau 5,2% dari total pekerja Indonesia merupakan pekerja komuter pada tahun 2025.
- Jawa Barat memiliki jumlah pekerja komuter terbanyak di Indonesia pada 2025, yaitu 1,89 juta orang.
- DKI Jakarta memiliki persentase pekerja komuter tertinggi, mencapai 17,3% dari total pekerja di provinsi tersebut.
- DI Yogyakarta menempati posisi kedua dengan 13,1% pekerja komuter dari total pekerja di provinsi tersebut.
Mobilitas pekerja lintas wilayah (pekerja komuter) masih menjadi salah satu karakteristik pasar tenaga kerja di Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) melalui hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 mencatat sebanyak 7,7 juta pekerja atau sekitar 5,2% dari total pekerja di Indonesia merupakan pekerja komuter, yakni pekerja yang setiap hari melakukan perjalanan pulang pergi ke kabupaten atau kota yang berbeda dengan tempat tinggalnya.
Sebaran pekerja komuter pun tidak merata di setiap provinsi. Wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi serta keterhubungan yang kuat antara kawasan permukiman dan pusat kegiatan usaha cenderung memiliki jumlah pekerja komuter yang lebih besar.
Tak heran, provinsi-provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi daftar daerah dengan jumlah pekerja komuter terbanyak.
Baca Juga: 147 Juta Orang Bekerja, Seberapa Kuat Fondasi Pasar Kerja Indonesia?
Berdasarkan data BPS, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja komuter terbesar di Indonesia pada 2025, yakni mencapai 1,89 juta orang. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 1,14 juta pekerja komuter, disusul Jawa Timur sebanyak 941,5 ribu orang.
Di peringkat selanjutnya terdapat DKI Jakarta dengan 885,9 ribu pekerja komuter, diikuti Banten sebanyak 565,3 ribu orang. Dominasi provinsi-provinsi di Pulau Jawa menunjukkan tingginya mobilitas tenaga kerja di kawasan yang memiliki pusat pemerintahan, industri, perdagangan, hingga kawasan metropolitan seperti Jabodetabek.
Adapun lima provinsi lainnya dengan jumlah pekerja komuter terbesar meliputi Sumatra Utara sebanyak 339,2 ribu orang, DI Yogyakarta sebesar 287,3 ribu orang, Bali dengan 246,4 ribu orang, Sulawesi Selatan yang tercatat hingga 189,2 ribu orang, serta Lampung dengan pekerja komuter berjumlah 165,5 ribu orang.
Meski demikian, besarnya jumlah pekerja komuter tidak selalu mencerminkan tingginya proporsi komuter di suatu daerah.
BPS mencatat DKI Jakarta justru memiliki persentase pekerja komuter tertinggi di Indonesia, yakni 17,3% dari total pekerja di provinsi tersebut. Posisi berikutnya ditempati DI Yogyakarta (13,1%), Banten (9,8%), Bali (9,1%), dan Jawa Barat (7,7%).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa fenomena pekerja komuter tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya jumlah tenaga kerja, tetapi juga karakteristik wilayah dan pola aktivitas ekonomi. Daerah yang menjadi pusat lapangan kerja maupun terhubung dengan kawasan penyangga cenderung memiliki mobilitas pekerja yang lebih tinggi.
Baca Juga: Karakteristik Pekerja Komuter Indonesia per Agustus 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/07/27/8a5986ae0a9e0a1481b50189/analisis-mobilitas-tenaga-kerja-hasil-sakernas-2025.html