Menurut survei Populix berjudul How Sport is Becoming Part of Work and Regular Activity Among Indonesian Workers, sebagian besar publik Indonesia menganggap bekerja hingga larut malam telah menjadi bagian dari rutinitas.
Ketika ditanya terkait frekuensi tidur di atas jam 10 malam karena pekerjaan, sebanyak 8% responden mengaku sangat sering melakukannya.
Sementara itu, publik yang menjawab dengan sering bergadang karena pekerjaan sebanyak 26%. Uniknya, mayoritas responden memberikan jawaban yang cenderung berada di tengah dalam survei ini, yaitu kadang-kadang dengan persentase 43%.
Baca Juga: 10 Kota dengan Jam Tidur Paling Sedikit
Adapun sebanyak 18% responden menyebut jarang tidur telat yang disebabkan pekerjaan, diikuti pula oleh sebagian kecil publik yang mengaku tidak pernah melakukannya dengan angka 4%, sekaligus sebagai jawaban dengan perolehan suara terkecil dalam survei.
Perbandingan antara publik yang menjawab sangat sering dan sering dengan tidak pernah dan jarang cukup kontras. Jika dijumlahkan, kelompok responden yang termasuk sering bergadang karena kerja menjadi 36%. Untuk kelompok yang jarang tidur telat sebesar 22%.
Namun, saat ditanya perihal pentingnya kesehatan fisik dan mental bagi diri sendiri, sebanyak 97% publik Indonesia menjawab sangat penting dan penting untuk kedua aspek tersebut. Artinya, sudah 9 dari 10 orang menempatkan kesehatan fisik dan mental sebagai prioritas utama, menunjukkan adanya kesadaran yang tinggi.
Kendati demikian, kesenjangan antara niat dan realitas ini menyoroti tantangan yang dihadapi publik Indonesia dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan menjaga gaya hidup sehat.
Spesialis Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan – Kepala dan Leher (THT-KL) lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand), dr. Putri Sari Ivanny mengungkapkan bahwa tidur yang berkualitas merupakan kebutuhan penting yang tidak boleh diabaikan.
Ia menjelaskan durasi tidur yang ideal berbeda-beda tergantung pada usia. Bagi dewasa, kebutuhan tidur yang harus didapatkan per malamnya selama 7-9 jam. Usia remaja sendiri membutuhkan tidur 8-10 jam, diikuti waktu tidur ideal untuk anak-anak sebanyak 9-12 jam.
"Strategi untuk meningkatkan kesehatan tidur adalah menjaga pola tidur yang teratur, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, menghindari stimulan sebelum tidur, melakukan relaksasi sebelum tidur dan mengelola stres dengan baik," jelasnya dalam penyuluhan di Klinik THT-KL Lantai 3 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil, Padang (18/3/2025).
Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan melibatkan 804 responden melalui panel online Populix pada 23-30 Maret 2026. Mayoritas responden berusia muda (26-36 tahun), tinggal di wilayah perkotaan, dan berada dalam usia produktif, dengan sebagian besar berasal dari kelompok berpendapatan menengah hingga atas.
Baca Juga: 42% Gen Z Indonesia Mendengarkan Podcast Sebelum Tidur
Sumber:
https://info.populix.co/data-hub/reports/how-sport-is-becoming-part-of-work-and-regular-activity-among-indonesian-workers