Belum Banyak Konsumen E-Commerce yang Checkout Lewat Link Affiliate

Eksposur terhadap link affiliate capai 83%, namun hanya sebagian kecil yang akhirnya checkout produk dari link tersebut.

Pembelian dari Link Affiliate 6 Bulan Terakhir Menurut Generasi

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Pernah menjumpai seseorang membagikan tautan suatu produk di kolom komentar media sosial seperti Threads, Facebook, atau Instagram? Atau pernah melihat kreator mereview suatu produk sambil menyematkan link di keranjang kuning? Itu semua merupakan praktik pemasaran menggunakan tautan afiliasi atau link affiliate.

Cara kerja link affiliate cukup sederhana. Ketika seseorang membeli atau melakukan checkout suatu produk melalui tautan afiliasi, kreator yang membagikan tautan tersebut akan memperoleh komisi sebagai imbalan atas promosi yang telah dilakukannya.

Membagikan link affiliate memang mudah. Namun, memastikan orang lain benar-benar membeli produk melalui tautan tersebut ternyata tidak semudah itu. Survei Jakpat mengungkapkan bahwa 83% atau 886 dari 1.069 responden mengaku pernah melihat atau mengunjungi link affiliate.

Baca Juga: 10 Brand Deodoran Terlaris di Shopee Indonesia Q1 2026, Mana Favoritmu?

Meski tingkat paparannya cukup tinggi, tidak semua responden akhirnya melakukan pembelian. Dari 886 responden yang pernah melihat atau mengunjungi link affiliate, hanya sekitar 40% yang mengaku pernah membeli produk melalui tautan tersebut, setidaknya dalam enam bulan terakhir.

Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya eksposur terhadap link affiliate belum tentu diikuti dengan keputusan untuk bertransaksi.

Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, milenial menjadi generasi yang paling sering melakukan pembelian melalui link affiliate. Sebanyak 41% responden Milenial mengaku pernah checkout lewat tautan afiliasi dalam enam bulan terakhir.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Gen Z yang sebesar 38%, sedangkan Gen X menjadi kelompok yang paling jarang melakukannya dengan persentase 35%.

Sementara itu, berdasarkan jenis kelamin, perempuan sedikit lebih sering memanfaatkan link affiliate dibandingkan laki-laki. Sebanyak 40% responden perempuan mengaku pernah membeli produk melalui tautan afiliasi dalam enam bulan terakhir, sementara pada laki-laki persentasenya mencapai 38%.

Survei ini dilakukan Jakpat pada 25 November hingga 3 Desember 2025 terhadap 1.069 responden dengan margin of error kurang dari 5%.

Baca Juga: 10 Brand Foundation Terlaris di Shopee Indonesia Q1 2026, Mana Favoritmu?

Sumber:

https://insight.jakpat.net/live-shopping-affiliate-links-demographic-insights/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook