Minat masyarakat Indonesia untuk memulai bisnis terus menunjukkan tren yang positif, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Tidak hanya mengandalkan platform e-commerce, para pelaku usaha kini juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional bisnis mereka.
Berdasarkan survei Jakpat terhadap 442 pemilik bisnis, penggunaan AI dalam aktivitas usaha semakin umum ditemui. Sekitar 2 dari 5 pelaku usaha dari Gen Z telah memanfaatkan AI, terutama untuk mendukung penyusunan strategi pemasaran. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok usia muda cenderung lebih adaptif terhadap teknologi baru dalam mengembangkan bisnis mereka. Meski demikian, masih terdapat sekitar 18% pelaku usaha yang belum menggunakan AI sama sekali.
Baca Juga: 7 Alasan Publik RI Ingin Memulai Bisnis
Pemanfaatan AI dalam bisnis mencakup berbagai aspek. Dalam hal pembuatan konten, Milenial menjadi kelompok yang paling aktif, dengan 56% menggunakan AI untuk membantu produksi konten. Sementara itu, Gen Z berada di angka 48%, dan Gen X sebesar 35%. Hal ini mengindikasikan bahwa Milenial cukup mengandalkan AI dalam mendukung kebutuhan kreatif.
Untuk kebutuhan pencarian ide, pola yang sama juga terlihat. Sebanyak 56% Milenial menggunakan AI untuk menghasilkan ide, diikuti 45% Gen Z dan 24% Gen X. Ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi alat penting dalam proses brainstorming dan inovasi, khususnya bagi generasi yang lebih produktif secara digital.
Di sisi lain, Gen Z justru lebih menonjol dalam penggunaan AI untuk mendukung strategi pemasaran, dengan angka mencapai 41%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Milenial 34% dan Gen X 26%. Hal ini memperlihatkan bahwa Gen Z tidak hanya memanfaatkan AI secara kreatif, tetapi juga strategis.
Selain itu, AI juga digunakan untuk tugas administratif dan pengolahan data, dengan 30% Milenial, 27% Gen Z, dan 22% Gen X memanfaatkannya. Dalam hal komunikasi dengan pelanggan, penggunaan AI relatif lebih rendah, yaitu 26% pada Milenial, 23% Gen Z, dan hanya 8% pada Gen X.
Adapun survei ini dilakukan oleh Jakpat pada 5–6 Februari 2026 dengan melibatkan 1.387 responden dan margin of error di bawah 5%. Komposisi responden disesuaikan dengan populasi pengguna internet di Indonesia.
Secara keseluruhan, AI semakin berperan penting dalam mendukung operasional bisnis di Indonesia. Setiap generasi memiliki pendekatan yang berbeda dalam memanfaatkannya, sehingga pemahaman terhadap kebutuhan dan karakteristik pengguna menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi teknologi ini.
Baca Juga: 9 Software Bisnis yang Wajib Dimiliki untuk Meningkatkan Operasional dan Revenue Perusahaan
Sumber:
https://insight.jakpat.net/trends-in-modern-entrepreneurship/