Gen Z Punya Literasi Al-Qur'an Tertinggi 2025

Pada 2025, Gen Z mencatat kemampuan membaca Al-Qur’an tartil tertinggi dibanding generasi lain, mencapai 56,29.

Kemampuan Membaca Al-Qur’an Tartil per Generasi

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Membaca Al-Qur’an dengan tartil bukan hanya soal kemampuan melafalkan huruf dengan benar, tetapi juga mencerminkan kedalaman pemahaman, ketekunan belajar, serta kesadaran beragama. Di tengah perubahan sosial dan arus digital yang semakin cepat, kemampuan ini sering kali dikhawatirkan akan menurun pada generasi muda. Namun, hasil survei terbaru justru menunjukkan gambaran yang berbeda.

Baca Juga: Inilah Agama dengan Persentase Penganut Terbanyak di Dunia

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Alvara Strategic Research merilis Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025. Survei ini dilakukan secara kuantitatif melibatkan 1.208 responden Muslim dari 34 provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini tercatat sebesar 2,89%.

Salah satu aspek yang diukur adalah kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil. Berdasarkan hasil survei, terlihat adanya perbedaan capaian antargenerasi. Gen Z menempati peringkat pertama dengan skor 56,29. Di bawahnya, berturut-turut diisi oleh Milenial dengan 54,06, kemudian Gen X dengan 53,97, dan Baby Boomers di posisi terakhir dengan 50,95. Data ini menunjukkan bahwa generasi muda justru memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Temuan ini patut diapresiasi karena menunjukkan adanya keberlanjutan tradisi pendidikan Al-Qur’an di tengah keluarga, sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan. Selain itu, kehadiran teknologi, mulai dari aplikasi belajar tahsin hingga kelas daring ikut memperluas akses pembelajaran bagi anak muda. Dengan demikian, mereka dapat belajar kapan saja dan di mana saja, dengan bimbingan guru maupun melalui media digital yang terarah.

Meski demikian, angka ini tidak berarti tugas pembinaan sudah selesai. Upaya peningkatan kualitas membaca dan memahami Al-Qur’an tetap perlu diperkuat, terutama agar kemampuan tartil tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi berlanjut pada penghayatan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hasil survei ini menjadi pengingat bahwa membekali generasi muda dengan literasi Al-Qur’an merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa yang berakhlak, berilmu, dan berkeadaban.

Baca Juga: Simak Indeks Kepuasan Warga RI terhadap Layanan Kantor Urusan Agama

Sumber:

https://www.instagram.com/p/DTFaIF_D_0X/?igsh=MWRuN3I3dWxvODU2dQ==

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook