Hari Puisi Nasional, Ini 10 Buku Puisi Indonesia Terbaik 2026!

Hujan Bulan Juni karangan Sapardi Djoko Damono jadi buku puisi Indonesia terbaik versi Goodreads, dengan skor 4.951.

10 Buku Puisi Indonesia Terbaik

(Per 27 April 2026)
Ukuran Fon:

Menurut data Goodreads, Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yang diterbitkan pada tahun 1994 menduduki posisi teratas sebagai buku puisi terbaik di Indonesia versi Goodreads, dengan skor mencapai 4.951 per 27 April 2026.

Tidak hanya dikenal sebagai buku puisi terbaik, karya tersebut juga telah diadaptasi ke layar lebar melalui film Hujan Bulan Juni yang dirilis pada 2017. Film tersebut dibintangi oleh Adipati Dolken sebagai Sarwono dan Velove Vexia sebagai Pingkan.

Peringkat kedua buku puisi terbaik jatuh kepada Deru Campur Debu, sekaligus sebagai buku puisi terbaik Chairil Anwar dengan perolehan skor 1.782.

Baca Juga: 5 Buku Leila S. Chudori Terpopuler, Apa Favoritmu?

Sementara itu, puisi dari Sapardi Djoko Damono kembali muncul di urutan ketiga melalui Mantra Orang Jawa. Karya yang terbit pada tahun 2005 dari penyair angkatan 1970-an ini mendapatkan skor 1.391.

Bangku berikutnya kembali ditempati oleh dua buku puisi dari Chairil Anwar, yaitu Aku Ini Binatang Jalang (1986) diikuti Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) dengan skor yang dicapai berturut-turut sebesar 1.279 dan 1.269.

Selain Sapardi Djoko Damono dan Chairil Anwar, penyair lain yang tak kalah populer adalah M. Aan Mansyur. Dua karyanya, Melihat Api Bekerja (2015) serta Tidak Ada New York Hari Ini (2016) tercatat sebagai buku puisi Indonesia terbaik keenam dan ketujuh versi Goodreads, dengan skor masing-masing 871 dan 869.

Bahkan, Tidak Ada New York Hari Ini turut dimunculkan dalam salah satu film fenomenal Indonesia, Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC 2) dan dibacakan oleh tokoh Rangga yang diperankan Nicholas Saputra.

Adapun buku dari Joko Pinurbo turut hadir dalam daftar ini, dengan keberadaan Pacar Senja yang terbit pada tahun 2005 di urutan kedelapan dengan skor 777.

Kemudian, Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001 karangan Goenawan Mohammad menjadi buku puisi terbaik kesembilan. Rilis pada tahun 2001, buku ini memperoleh skor 775.

Pemeringkatan sepuluh buku puisi Indonesia terbaik 2026 ini ditutup oleh karya Fahrul Khakim berjudul Monolog Waktu. Sebagai satu-satunya penyair kelahiran tahun 1990-an sekaligus yang termuda dalam daftar, buku ciptaannya tersebut mendapatkan skor sebesar 699.

Perhitungan skor sebuah buku ditentukan berdasarkan berbagai faktor, termasuk jumlah pembaca yang memberikan suara serta seberapa tinggi penilaian yang diberikan terhadap buku tersebut.

Puisi-puisi Chairil Anwar benar dikenal luas. Tak heran, dari sepuluh daftar buku puisi terbaik di Indonesia, tiga di antaranya merupakan karya sang penyair dan menunjukkan dominasinya dalam khazanah sastra nasional.

Kepergian Chairil Anwar pada 28 April 1949 kemudian dikenang sebagai Hari Puisi Nasional di Indonesia. Pada tahun ini, dunia sastra Indonesia memperingati 77 tahun wafatnya sosok pelopor angkatan ’45 tersebut.

Baca Juga: Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia 23 April: Apakah Efektif Menekan Pelanggaran di Indonesia?

Sumber:

https://www.goodreads.com/list/show/11080.Kumpulan_Puisi_Indonesia_Terbaik

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook