Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan jumlah suspek campak terbanyak di Indonesia per minggu ke-8 tahun 2026, dengan banyak kasus mencapai 10.480.
Sementara itu, Banten menduduki peringkat kedua dengan banyak kasus suspek campak sebesar 7.990 kejadian, disusul oleh Jakarta sebagai pelengkap posisi tiga besar dengan angka 3.327 kasus.
Baca Juga: Balita yang Terima Imunisasi Campak Terus Naik dalam 5 Tahun Terakhir
Bangku keempat ditempati oleh Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebagai provinsi pertama yang berasal dari luar Pulau Jawa, provinsi ini mencatatkan jumlah kasus suspek campak sebesar 1.961 peristiwa per minggu ke-8 tahun 2026.
Adapun Jawa Tengah (Jateng) menduduki peringkat kelima pada pemeringkatan ini, dengan jumlah suspek campak mencapai 1.849 kasus. Sedangkan, posisi keenam diisi oleh Sumatra Barat (Sumbar) dengan angka 1.721 kasus suspek campak.
Jawa Timur (Jatim) bertengger di urutan ketujuh dalam pemeringkatan sepuluh provinsi dengan jumlah kasus suspek campak terbanyak di Indonesia. Keberadaannya kian menguatkan dominasi Pulau Jawa sebagai wilayah dengan jumlah kasus campak tertinggi, dengan banyak kasus dari Jatim mencapai 1.690.
Selanjutnya, peringkat kedelapan diduduki oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan jumlah kasus campak sebanyak 1.243 peristiwa, sekaligus sebagai satu-satunya provinsi asal Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara dalam pemeringkatan ini.
Kembali ke Pulau Sumatra, urutan kesembilan diisi oleh Aceh dengan jumlah suspek campak sebanyak 1.118 kasus. Pemeringkatan ditutup oleh Riau dengan angka 1.020 peristiwa suspek campak ditemukan di provinsi ini.
Data ini menunjukkan bahwa Pulau Jawa menjadi kawasan dengan jumlah kasus campak terbanyak di Indonesia. Hal ini terlihat dari dominasi provinsi di Pulau Jawa dalam daftar tersebut, dengan 5 dari 10 provinsi dengan kasus tertinggi berasal dari wilayah ini.
Sementara itu, Pulau Sumatra menyumbang tiga provinsi dalam pemeringkatan, disusul oleh Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat yang masing-masing diwakili oleh satu provinsi. Komposisi ini menegaskan bahwa penyebaran kasus campak masih terkonsentrasi di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti Pulau Jawa.
Baca Juga: Kasus Campak di Indonesia Naik di Awal 2026, 8.224 Suspek Dilaporkan hingga Minggu ke-7
Sumber:
https://surveilans.kemkes.go.id/assets/publikasi/laporan-mingguan-situasi-terkini-penyakit-infem-dan-potensial-klb-wabah-m9-2026.pdf