Meski transaksi digital semakin marak, mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih menjadi bagian penting dari layanan perbankan di Indonesia. Namun, perannya perlahan berubah seiring dengan bergesernya kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah ATM di Indonesia justru menunjukkan tren penurunan.
Menurut Laporan Surveillance Perbankan Indonesia (LSPI) yang diterbikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah unit ATM nasional terus menyusut sepanjang 2021 hingga 2025. Penurunan ini mencerminkan bagaimana industri perbankan menyesuaikan infrastruktur fisiknya di tengah maraknya layanan keuangan digital.
Baca Juga: 10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar di Bank Sentral
Pada 2021, jumlah ATM di Indonesia masih mencapai 95.188 unit. Setahun kemudian, angkanya turun menjadi 93.835 unit. Penurunan jumlah ATM tersebut berlanjut pada 2023 dengan total 92.829 unit, lalu kembali menyusut menjadi 91.173 unit pada 2024.
Memasuki 2025, jumlah ATM tercatat sebanyak 89.774 unit. Artinya, dalam kurun lima tahun terakhir, jumlah ATM di Indonesia berkurang hingga 5.464 unit dibandingkan 2021.
Berkurangnya mesin ATM tak lepas dari semakin masifnya penggunaan layanan perbankan digital. Transaksi yang sebelumnya bergantung pada uang tunai kini banyak beralih ke mobile banking, internet banking, hingga pembayaran berbasis QRIS. Kondisi ini membuat peran ATM tidak lagi sekrusial beberapa tahun lalu, terutama di wilayah perkotaan.
Dari sisi perbankan, pengurangan ATM juga berkaitan dengan efisiensi. Operasional ATM membutuhkan biaya tinggi, mulai dari perawatan mesin, pengisian uang tunai, hingga aspek keamanan. Oleh karena itu, bank cenderung mengalihkan fokus investasi ke penguatan layanan digital yang lebih fleksibel dan menjangkau lebih banyak nasabah.
Meski demikian, ATM masih memiliki peran penting, terutama di daerah yang akses digitalnya belum merata. Oleh karena itu kedepannya, tantangan perbankan bukan hanya menyesuaikan jumlah ATM, tetapi juga memastikan layanan keuangan tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Catatan: Data yang digunakan merupakan posisi triwulan III masing-masing tahun. Hingga artikel ini disusun, data triwulan IV 2025 belum tersedia.
Baca Juga: Perbankan Dominasi Pengaduan di APPK OJK 2024-2025
Sumber:
https://ojk.go.id/id/kanal/perbankan/data-dan-statistik/laporan-profil-industri-perbankan/default.aspx