Lokasi masih menjadi salah satu faktor krusial dalam menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Di tengah pesatnya digitalisasi, aspek fisik seperti lokasi usaha tetap memainkan peran penting, terutama dalam menjangkau konsumen dan membangun kepercayaan pasar.
Hal ini tergambar dalam survei yang dilakukan oleh Jakpat terhadap 1.258 responden yang terdiri dari calon maupun pelaku usaha. Hasilnya menunjukkan bahwa kebutuhan utama dalam memulai bisnis tidak hanya berkaitan dengan modal, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung lainnya.
Baca Juga: 59% Publik Indonesia Berencana Memulai Bisnis
Faktor lokasi usaha menjadi kebutuhan paling utama di semua generasi. Sebanyak 52% responden Gen Z, 56% Milenial, dan 54% Gen X menilai bahwa lokasi bisnis merupakan elemen penting saat memulai usaha. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan lokasi strategis masih relevan, meskipun bisnis digital terus berkembang.
Selain lokasi, distribusi bahan baku dan ketersediaan pemasok juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 45% Gen Z, 50% Milenial, dan 48% Gen X menganggap aspek ini penting. Kelancaran rantai pasok dinilai sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan operasional bisnis, terutama bagi usaha yang bergantung pada produksi barang.
Di sisi lain, kebutuhan terkait modal dan layanan perbankan juga menjadi faktor penting. Sekitar 38% responden Gen Z, 42% Milenial, dan 41% Gen X menyebut akses terhadap pendanaan sebagai salah satu kebutuhan utama. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan finansial tetap menjadi fondasi dalam membangun usaha.
Menariknya, terdapat perbedaan prioritas antar generasi. Gen Z cenderung lebih menekankan aspek legalitas dan perizinan, dengan 48% responden menganggap hal ini penting. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Milenial 34% dan Gen X 36%. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya aspek hukum dalam menjalankan bisnis.
Sementara itu, kebutuhan akan konten dan strategi pemasaran juga menjadi perhatian, khususnya bagi generasi muda. Sebanyak 43% Gen Z menilai konten dan advertising sebagai faktor penting, dibandingkan Milenial 37% dan Gen X 36%.
Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa memulai bisnis membutuhkan kombinasi antara faktor tradisional seperti lokasi dan distribusi, serta faktor modern seperti pemasaran digital dan kepatuhan hukum. Perbedaan prioritas antar generasi juga menjadi indikasi bahwa pendekatan dalam membangun bisnis semakin beragam dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca Juga: Ini Sektor Usaha Paling Diminati Publik RI, Bisnis Kuliner Jadi Primadona
Sumber:
https://insight.jakpat.net/trends-in-modern-entrepreneurship/