Sampah dan Tambang Jadi Isu Lingkungan Prioritas Publik RI

Pengelolaan sampah yang tidak efisien (33%) dan proyek tambang yang merusak (32%) jadi isu lingkungan yang perlu segera diselesaikan menurut publik RI.

10 Isu Lingkungan Prioritas Menurut Publik RI

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) melalui rilisan Laporan National Kawula17 Survey Q3 2025 bertema Kinerja Pemerintah dan Legislatif serta Opini Publik mengemukakan bahwa terdapat dua isu lingkungan yang dianggap paling mendesak oleh publik RI untuk segera diselesaikan oleh pemerintah, meliputi persoalan pengelolaan sampah dan proyek tambang.

Pengelolaan sampah yang dinilai tidak efisien menempati posisi teratas dengan 33% responden merasa bahwa masalah ini membutuhkan penanganan segera. Tak jauh berbeda, isu proyek tambang yang merusak lingkungan menyusul dengan proporsi 32%.

Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu ini kemungkinan dipicu oleh maraknya pemberitaan tentang proyek yang merusak keberagaman alam Indonesia, seperti yang terjadi di Raja Ampat, Papua, yang memunculkan kampanye #SaveRajaAmpat di berbagai platform media sosial.

Secara lebih luas, publik juga menyoroti pencemaran air dan udara serta perampasan hutan adat dengan persentase yang sama, yaitu masing-masing dipilih oleh 26% responden.

Isu perampasan hutan adat turut diperkuat oleh munculnya kampanye #SavePulauPadar yang menyoroti ancaman terhadap wilayah adat dan kawasan konservasi. Peningkatan perhatian terhadap isu ini mencerminkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan ekosistem dan keadilan lingkungan di Indonesia.

Adapun kepemilikan sumber daya alam (SDA) oleh segelintir orang menjadi perhatian 20% publik. Dengan persentase yang sama, isu lingkungan yang perlu segera diselesaikan meliputi masalah kurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau, ancaman banjir dan air rob, hingga alih fungsi lahan menjadi kawasan wisata.

Sementara itu, sebanyak 18% responden memilih isu maraknya pencemaran mikroplastik. Perkara hutan yang ditransformasi menjadi perkebunan sawit disuarakan oleh 17% publik.

Terdapat isu lainnya dengan porsi yang lebih kecil sehingga tidak termasuk dalam daftar 10 besar, namun tetap dianggap penting untuk segera diselesaikan oleh pemerintah, mencakup mitigasi cuaca ekstrem (15%), kebakaran hutan dan lahan (15%), serta ketergantungan energi fosil (13%). Sisanya, 2% responden berpendapat tidak tahu dalam survei ini.

Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan melibatkan 404 responden yang berumur 17-44 tahun secara online dengan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) pada 26-29 September 2025.

Baca Juga: Bagaimana Kinerja Pemerintah Atasi Isu Lingkungan?

Sumber:

https://kawula17.id/publikasi

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook