Sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi di Indonesia. Perannya tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan wilayah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perusahaan konstruksi di Indonesia pada 2025 mencapai 199.006 perusahaan.
Baca Juga: 7 Provinsi dengan Jumlah Perusahaan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terbanyak
Provinsi dengan jumlah perusahaan konstruksi terbanyak ditempati oleh Jawa Timur dengan 24.564 perusahaan. Tingginya angka ini sejalan dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan kawasan industri di wilayah tersebut.
Di urutan kedua terdapat Jawa Barat dengan 17.916 perusahaan, diikuti Jawa Tengah sebanyak 15.418 perusahaan. DKI Jakarta juga menjadi salah satu pusat kegiatan konstruksi dengan 13.134 perusahaan.
Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan mencatatkan 11.224 perusahaan konstruksi, menjadikannya yang tertinggi di kawasan timur Indonesia. Sumatra Utara menyusul dengan 10.076 perusahaan.
Sementara itu, Kalimantan Barat memiliki 7.894 perusahaan, diikuti Banten sebanyak 7.722 perusahaan, Kalimantan Timur dengan 7.628 perusahaan, serta Riau dengan 7.277 perusahaan.
Secara keseluruhan, sekitar 40,47% perusahaan konstruksi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal ini menandakan bahwa pembangunan nasional masih berpusat di wilayah dengan akses dan infrastruktur yang relatif lebih maju. Kondisi ini menjadi catatan penting dalam upaya pemerataan pembangunan ke daerah lain, terutama di luar Pulau Jawa.
Dari sisi skala usaha, mayoritas perusahaan konstruksi di Indonesia didominasi oleh usaha kecil dengan persentase mencapai 86,66%. Perusahaan menengah berada di angka 12,75%, sementara perusahaan besar hanya 0,59%. Komposisi ini menggambarkan bahwa sektor konstruksi nasional masih ditopang oleh pelaku usaha kecil yang jumlahnya sangat besar, meskipun kontribusi perusahaan besar tetap penting dalam proyek-proyek berskala besar.
Sebagai salah satu sektor strategis, konstruksi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional. Melihat persebaran dan karakteristiknya, diperlukan upaya yang berkelanjutan agar pertumbuhan sektor ini dapat berjalan lebih merata di seluruh wilayah. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya terpusat di daerah tertentu, tetapi juga mampu mendorong kemajuan yang lebih luas dan inklusif.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Biaya Konstruksi Termahal 2025, Semua dari Papua
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html