Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Bagaimana Respons Warganet?

Sentimen publik di media sosial terhadap tuntutan 18 tahun penjara Nadiem Makarim didominasi sentimen positif sebesar 78,7%.

Sentimen Warganet terhadap Isu Nadiem Makarim

(Mei 2026)
Ukuran Fon:

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat publik kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Selain menyangkut kerugian negara, perkara korupsi juga sering memicu perdebatan luas di ruang publik, terutama ketika melibatkan tokoh yang dikenal memiliki citra positif di mata masyarakat. Media sosial pun menjadi salah satu tempat bagi publik untuk menyampaikan dukungan, kritik, hingga kekecewaan terhadap proses hukum yang berlangsung.

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Paling Khawatir Soal Korupsi

Sorotan terbaru tertuju pada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Rabu (13/5/2026), Jaksa Penuntut Umum menyatakan Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara dalam kasus pengadaan laptop Chromebook. Jaksa menuntut hukuman penjara selama 18 tahun, denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan, serta pembayaran uang pengganti sebesar Rp5,6 triliun.

Besarnya tuntutan tersebut langsung memicu gelombang respons di media sosial. Berdasarkan pemantauan Drone Emprit, isu tuntutan terhadap Nadiem Makarim diberitakan dalam 869 artikel media online dengan total 4.236 mentions. Sementara itu, di media sosial tercatat sebanyak 14.706 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, seperti Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, dan media online. Pengumpulan data dilakukan pada 13-14 Mei 2026 pukul 23.59 WIB.

Mayoritas percakapan publik di media sosial didominasi sentimen positif dengan persentase mencapai 78,7%. Banyak warganet menilai Nadiem menjadi korban kriminalisasi dan tebang pilih hukum. Sebagian lainnya menganggap tuntutan 18 tahun penjara terlalu berat dan dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kasus kejahatan berat lainnya.

Pernyataan Nadiem seusai sidang juga menjadi perhatian publik. Ia mengaku sangat kecewa atas tuntutan tersebut dan mempertanyakan alasan tuntutannya dinilai lebih berat dibanding pelaku pembunuhan maupun terorisme.

“Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?” ujarnya mengutip Liputan6 (13/5/2026).

Selain itu, muncul pula narasi yang meyakini tidak adanya unsur niat jahat atau mens rea dalam kasus Chromebook. Banyak pengguna media sosial menyampaikan simpati atas pengorbanan Nadiem selama menjabat sebagai menteri. Dukungan juga datang dari sejumlah figur publik yang mengecam proses pengadilan dan menilai kasus ini dapat memunculkan pesimisme bagi anak bangsa yang ingin mengabdi kepada negara.

Di sisi lain, sentimen negatif tercatat sebesar 17,4%. Kelompok ini mendukung ketegasan jaksa karena kasus tersebut dianggap menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. Warganet juga menuntut adanya tanggung jawab penuh atas dugaan kesalahan tata kelola selama program pengadaan berlangsung. Adapun sentimen netral tercatat sebesar 3,9%.

Baca Juga: Bagaimana Kepercayaan Publik terhadap Kejagung dalam Penanganan Kasus Chromebook?

Sumber:

https://x.com/droneempritoffc/status/2055267491560206470?s=46

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook