Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026 akan diikuti sekitar 2.900 atlet dari lebih dari 90 negara dalam 116 nomor pertandingan. Namun bagi sebagian besar atlet, ajang olahraga tertinggi ini belum tentu menjanjikan keuntungan finansial. Biaya latihan, perjalanan, hingga perlengkapan kerap membuat partisipasi Olimpiade justru berujung defisit.
Meski demikian, terdapat segelintir atlet yang datang ke Olimpiade dengan kondisi finansial sangat kuat. Kelompok ini umumnya berasal dari cabang olahraga dengan ekosistem komersial matang, terutama hoki es, ski, dan snowboarding, yang ditopang oleh kontrak profesional serta endorsement global.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Jadi Atlet dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia 2025
Cabang hoki es menjadi pengecualian utama di Olimpiade Musim Dingin. Turnamen hoki putra Milan–Cortina akan diisi 146 pemain National Hockey League (NHL), liga yang memiliki gaji minimum US$775 ribu per musim. Bahkan, sembilan dari sepuluh pemain hoki dengan bayaran tertinggi versi Forbes dipastikan tampil. Pemain dengan pendapatan tertinggi di cabang ini adalah Auston Matthews, yang mengantongi sekitar US$20 juta per tahun dari gaji dan sponsor.
Namun, status atlet Olimpiade dengan pendapatan tertinggi 2026 justru dipegang oleh Eileen Gu, atlet freestyle ski yang mewakili China. Forbes memperkirakan Gu meraih US$23 juta dalam 12 bulan terakhir, hampir seluruhnya berasal dari kontrak komersial dengan merek global dan perusahaan China, sementara hadiah kompetisi hanya menyumbang porsi kecil.
Di cabang alpine skiing, Lindsey Vonn mencatat pendapatan sekitar US$8 juta, unggul tipis dari Mikaela Shiffrin. Di snowboarding, Chloe Kim mengantongi sekitar US$4 juta, sementara di figure skating, Ilia Malinin menjadi atlet dengan bayaran tertinggi dengan estimasi US$700 ribu.
Selain pendapatan pribadi, atlet juga berpeluang memperoleh bonus medali dari negara masing-masing. Komite Olimpiade AS menawarkan hingga US$37.500 untuk emas, sementara beberapa negara bahkan menjanjikan bonus hampir US$800 ribu. Atlet AS juga dijamin menerima US$200 ribu per orang berkat dana hibah khusus.
Forbes merilis pemeringkatan ini pada 6 Februari 2026. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa Olimpiade tetap menghadirkan kesenjangan ekonomi antaratlet. Di balik semangat kompetisi global, hanya sebagian kecil atlet yang mampu mengubah prestasi olahraga menjadi kekuatan finansial berkelanjutan.
Baca Juga: 10 Klub Sepak Bola Terkaya 2026, Ada Klub Favoritmu?
Sumber:
https://www.forbes.com/sites/brettknight/2026/02/06/the-highest-paid-athletes-at-the-2026-winter-olympics/