Perangkat digital masih menjadi sarana utama masyarakat Indonesia dalam mengakses hiburan, termasuk layanan over-the-top (OTT). Survei Jakpat menunjukkan bahwa kebiasaan menonton melalui platform streaming tetap bertahan, dengan pola konsumsi yang cenderung berlangsung dalam durasi menengah hingga panjang.
Berdasarkan data rata-rata waktu menonton per kunjungan, mayoritas pengguna OTT menghabiskan waktu antara 60–90 menit dalam satu sesi, dengan persentase sebesar 26%. Durasi ini menjadi yang paling dominan, menandakan bahwa pengguna umumnya tidak hanya mengakses konten secara singkat, melainkan meluangkan waktu khusus untuk menikmati tayangan.
Baca Juga: Film & Series Asal Negara Mana yang Jadi Favorit Publik Indonesia?
Di bawahnya, sebanyak 25% responden menonton OTT selama 30–60 menit per kunjungan. Sementara itu, 24% responden menghabiskan waktu yang lebih panjang, yakni 90–120 menit, menunjukkan adanya kelompok penonton dengan keterlibatan tinggi terhadap konten streaming.
Adapun pengguna yang menonton lebih dari dua jam tercatat sebesar 14%. Meski tidak menjadi mayoritas, angka ini mengindikasikan bahwa sesi maraton menonton masih cukup relevan, terutama untuk konten serial atau film panjang. Sebaliknya, durasi menonton singkat di bawah 30 menit hanya dilakukan oleh 11% responden.
Selain durasi, survei ini juga mencatat pola waktu menonton. Aktivitas streaming paling banyak dilakukan pada jam prime time malam hari, khususnya pukul 18.00–21.00, lalu berlanjut hingga larut malam pada rentang 21.00–00.00. Pola ini memperkuat posisi OTT sebagai hiburan utama setelah aktivitas harian selesai.
Dari sisi perangkat, smartphone masih mendominasi akses OTT. Gen Z tercatat sebagai kelompok dengan penggunaan multi-perangkat tertinggi, sementara generasi yang lebih tua cenderung mengandalkan televisi sebagai medium utama menonton konten streaming.
Survei ini melibatkan 313 responden pengguna platform OTT pada 25 November–3 Desember 2025 melalui kuesioner daring di aplikasi mobile Jakpat. Sampel disusun berdasarkan proporsi pengguna internet di Indonesia, dengan margin of error di bawah 5%.
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi OTT di Indonesia tidak lagi bersifat sesaat. Durasi menonton yang relatif panjang dan dominasi waktu malam hari menegaskan bahwa layanan streaming telah menjadi bagian integral dari rutinitas hiburan digital masyarakat.
Baca Juga: Gen Z Lebih Betah Maraton Drakor, Milenial Pilih Durasi Pendek
Sumber:
https://insight.jakpat.net/indonesia-mobile-entertainment-social-media-trends-2nd-semester-of-2025/