Jumlah Pengungsi Tahun 2024 Capai 122 Juta Jiwa

Berdasarkan data UNHCR, jumlah pengungsi pada tahun 2024 mencapai 122,61 juta jiwa, meningkat 4,53% dari tahun sebelumnya.

Jumlah Pengungsi Dunia 2020-2024

Sumber: UNHCR
GoodStats

Pasca Perang Dunia II yang berakhir pada 1945, berbagai peperangan masih terus terjadi bahkan masih berlangsung hingga saat ini. Tidak hanya perang antarnegara, perang saudara atau konflik sipil juga banyak terjadi di berbagai belahan dunia.

Setiap perang tentunya menimbulkan korban dan kerugian. Tidak hanya korban jiwa yang jatuh dalam medan pertempuran, masyarakat sipil juga menjadi korban yang terdampak dari sebuah peperangan, menjadi kelompok paling rentan. Masyarakat seringkali harus mengungsi ke tempat atau negara yang lebih aman untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik.

Pada lima tahun terakhir jumlah pengungsi di berbagai belahan dunia terus meningkat. Berdasarkan data United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) pada tahun 2020, jumlah penduduk yang harus mengungsi akibat peperangan berada di angka 82,43 juta jiwa. Memasuki tahun 2021, jumlah pengungsi naik sebesar 8,44% menjadi 89,39 juta jiwa.

Peningkatan pengungsi dari tahun 2021 ke tahun 2022 menjadi yang tertinggi di lima tahun terakhir, kenaikannya mencapai 21,36%, dan jumlah pengungsi pada tahun 2022 menjadi sebesar 108,48 juta jiwa. Pada tahun 2023, jumlah pengungsi meningkat sebanyak 8,13% menjadi 117,30 juta jiwa.

Pada tahun 2024, jumlah pengungsi kembali meningkat, meskipun persentase peningkatannya sedikit menurun. Jumlah pengungsi tahun lalu naik 4,53% mencapai 122,61 juta jiwa.

Lebih lanjut, Suriah, Sudan, dan Afghanistan menjadi tiga negara dengan pengungsi terbanyak di dunia pada 2024. Sebanyak 13,83 juta jiwa pengungsi berasal dari Suriah, konflik Sudan menyumbang 12,78 juta pengungsi, dan sebanyak 10,61 juta jiwa berasal dari Afghanistan.

Baca Juga: Suriah Jadi Negara dengan Proporsi Pengungsi Tertinggi 2023

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook