Mayoritas Penduduk Jakarta Berasal dari Kelompok Usia Produktif pada 2025

Pada 2025, jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10,72 juta jiwa dengan dominasi generasi Milenial dan Gen Z.

Struktur Penduduk DKI Jakarta Berdasarkan Generasi

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Struktur penduduk menjadi salah satu indikator penting dalam melihat arah perkembangan demografi suatu daerah. Komposisi usia penduduk tidak hanya menggambarkan kondisi sosial masyarakat, tetapi juga memengaruhi potensi ekonomi, kebutuhan layanan publik, hingga perencanaan pembangunan jangka panjang.

Baca JugaKualitas Udara Jakarta pada April-Mei 2026

Pada 2025, jumlah penduduk DKI Jakarta tercatat mencapai 10,72 juta jiwa dengan struktur usia yang didominasi kelompok produktif. Kondisi tersebut menunjukkan Jakarta tengah memasuki fase penting bonus demografi yang dapat menjadi modal pembangunan ekonomi dan sosial di masa depan.

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 Provinsi DKI Jakarta yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), generasi Milenial menjadi kelompok terbesar dengan persentase 24,82%. Generasi yang lahir pada rentang 1981-1996 tersebut saat ini berada pada usia produktif dan aktif dalam dunia kerja.

Posisi berikutnya ditempati Gen Z sebesar 24,12%, yakni kelompok kelahiran 1997-2012 yang kini mulai mendominasi usia kerja muda dan pendidikan tinggi. Jika digabungkan, kedua generasi tersebut mencakup hampir separuh total populasi Jakarta.

Dominasi generasi Milenial dan Gen Z memperlihatkan kuatnya komposisi penduduk usia produktif di Jakarta. Kelompok ini umumnya berada pada rentang usia kerja aktif, sehingga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, produktivitas tenaga kerja, hingga perkembangan inovasi dan ekonomi digital di perkotaan.

Selain dua generasi tersebut, Post Gen Z turut menyumbang 17,78% dari total populasi. Sementara itu, Gen X tercatat sebesar 21,85% dan Baby Boomer sebesar 10,72%. Adapun kelompok Pre-Boomer memiliki proporsi paling kecil, yakni 0,71%. Data ini menunjukkan struktur penduduk Jakarta masih didominasi kelompok usia muda dan produktif dibandingkan usia lanjut.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menyebut komposisi penduduk tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta sedang berada pada fase puncak bonus demografi. Ia menilai kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.

“SUPAS 2025 memberikan sinyal kuat bahwa Jakarta sedang berada di puncak bonus demografi. Dominasi generasi muda yang produktif, tingkat kesuburan yang terkendali, serta rasio ketergantungan yang rendah adalah modal emas bagi kita untuk membangun Jakarta yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing," ujarnya mengutip Media Indonesia (6/5/2026).

Namun, bonus demografi juga perlu diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, akses kesehatan, serta penguatan keterampilan tenaga kerja agar potensi penduduk produktif dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Penetrasi Internet Indonesia Menurut Generasi 2025, Milenial dan Gen Z Terdepan

Sumber:

https://jakarta.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/1339/hasil-survei-penduduk-antar-sensus--supas-2025--provinsi--dki-jakarta.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook