Produksi Kelapa Sawit Indonesia Capai 31 Juta Ton pada 2025

Produksi kelapa sawit naik 3,02 juta ton, dari yang mulanya 28,46 juta ton pada tahun 2024 menjadi 31,48 juta ton pada tahun 2025.

Produksi Tanaman Perkebunan Besar di Indonesia

(2024-2025)
Ukuran Fon:

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelapa sawit menjadi komoditas perkebunan besar dengan produksi terbesar di Indonesia pada tahun 2025. Banyaknya produksi kelapa sawit di Indonesia pada periode tersebut menyentuh 31,48 juta ton, meningkat 3,02 juta ton dari produksi tahun sebelumnya yang mencatatkan 28,46 juta ton.

Sementara itu, komoditas perkebunan besar dengan produksi terbanyak kedua adalah tebu dengan banyak produksi pada tahun 2025 mencapai 1,09 juta ton. Jika dibandingkan dengan produksi pada tahun 2024 sebesar 852,49 ribu, jumlah ini bertambah 237,51 ribu.

Baca Juga: Luas Perkebunan Sawit Capai 9,2 Juta Ha Tahun 2024

Karet menjadi komoditas ketiga dengan produksi terbesar, dengan angka produksi 165,64 ribu ton pada tahun 2025. Tidak sama seperti kelapa sawit dan tebu yang produksinya meningkat, produksi karet dari Indonesia justru menurun. Pada periode sebelumnya, produksi karet dari Indonesia sebanyak 189,44 ribu ton atau lebih banyak 23,8 ribu ton dibanding tahun 2025.

Tanaman perkebunan besar berikutnya adalah teh dengan jumlah produksi pada tahun 2025 sebanyak 69,96 ribu ton. Dengan penurunan yang sangat tipis atau hanya sekitar 720 ton, total produksi teh di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 70,68 ribu ton.

Selain kelapa sawit dan tebu, produksi kopi juga meningkat pada tahun 2025. Mulanya, angka produksi kopi sebesar 3,33 ribu ton pada tahun 2024. Angka ini meningkat sebanyak 190 ton menjadi 3,52 ribu ton pada tahun 2025.

Kakao menjadi komoditas perkebunan besar dengan produksi terkecil di Indonesia pada tahun 2025, dengan angka 1,24 ribu ton. Turun 150 ton, total produksi tanaman yang bijinya menjadi bahan dasar pembuatan cokelat ini sebesar 1,39 ribu ton pada tahun 2024.

Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman membuka opsi perluasan lahan kelapa sawit untuk mendorong produksi nasional dengan fokus pada pemanfaatan lahan gundul atau tidak berhutan.

Ia menegaskan pengembangan perkebunan kelapa sawit tidak akan menyasar kawasan hutan atau mengganggu ekosistem, melainkan diarahkan ke lahan marginal yang selama ini tidak produktif.

"Kita prioritaskan tanah yang gundul, yang tidak berhutan. Kita prioritas ke sana," ucapnya kepada media di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, langkah ini justru dapat memberikan nilai tambah bagi negara, termasuk dari sisi ekonomi maupun pengelolaan lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

"Supaya justru menguntungkan kehutanan, kan? Kita prioritaskan yang marginal. Daerah yang gundul. Berarti menguntungkan negara, kan?" imbuhnya.

Selain itu, ia memastikan pengembangan kelapa sawit tidak mengganggu lahan pangan yang sudah ada seperti sawah, karena telah diatur dalam regulasi yang berlaku. Menurutnya, peningkatan produksi kelapa sawit juga didorong oleh prospek harga global dan ekspor yang membaik sehingga dapat meningkatkan semangat petani.

Baca Juga: 10 Produsen Minyak Sawit Terbesar di Dunia

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NzYxIzI=/produksi-perkebunan-besar-bulanan-menurut-jenis-tanaman--ribu-ton-.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook