Sentimen Media Online terhadap Bencana Sumatra 2025

Sentimen positif mendominasi pemberitaan seputar bencana Sumatra di media online dengan capaian 75,8%.

Sentimen terhadap Bencana Sumatra di Media Online

(24 November-7 Desember 2025)
Ukuran Fon:

Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025 membawa duka mendalam. Bencana ini dipicu oleh hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar, deforestasi masif, serta aktivitas pembalakan dan penambangan ilegal. Hingga saat ini, isu ini masih ramai diperbincangkan warganet.

Drone Emprit melakukan analisis percakapan online pada 24 November-7 Desember 2025 mengenai isu dan tren pembahasan bencana di Aceh dan Sumatra. Berhasil terkumpul 67.449 artikel dengan 217.944 mentions dan 86.112 sample mentions di media sosial.

Baca Juga: Sentimen Warganet TikTok terhadap Bencana Sumatra 2025

Hasilnya, sentimen publik terhadap bencana Sumatra di media online didominasi sentimen positif, mencapai 75,8% percakapan. Sentimen positif ini lahir dari apresiasi terhadap Prabowo yang dinilai mampu memimpin pemulihan infrastruktur dan distribusi logistik, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PLN yang dalam proses pemulihan jalan, jembatan, dan listrik, relokasi korban yang cepat, serta progres rehabilitasi lahan pertanian. 

Selain itu, media online turut menyoroti sinergi BUMN untuk memberi pasokan energi, air, dan jalur bantuan. Banyak pula artikel yang menyorot peran BNPB dalam memulihkan komunikasi di wilayah terisolir dengan penyediaan Starlink.

Di sisi lain, sentimen negatif di media online cenderung rendah, ahanya 9,9%. Sentimen negatif ini lahir dari jumlah korban jiwa yang sangat tinggi hingga permintaan pertanggungjawaban kepada mantan menteri kehutanan yang dinilai punya andil dalam bencana. Media online juga menyorot langkanya kebutuhan dasar seperti obat, LPG, dan air bersih di daerah terdampak. Tidak sedikit yang menilai bencana ini berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional di bawah 5% untuk Kuartal IV 2025.

Sementara itu, 14,3% sisanya merupakan sentimen netral

Sedikit berbeda dengan media online, media sosial didominasi sentimen negatif, mencapai 58,1% dengan sentimen positif hanya 26,1%. Sentimen negatif ini lahir dari kemarahan soal deforestasi dan bukti kayu gelondongan, lambatnya penetapan status bencana nasional, sentimen “Jawasentris” yang menilai bencana ini tidak cepat ditangani karena tidak terjadi di Jawa, hingga nir-empati dari para pejabat pemerintah.

Baca Juga: Daftar Provinsi yang Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatra

Sumber:

https://pers.droneemprit.id/update-sentimen-publik-terhadap-penanganan-bencana-di-aceh-dan-sumatra/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook