Layanan keuangan berbasis syariah terus bertumbuh di Indonesia. Sayangnya, bersamaan dengan itu, praktik penyalahgunaan label agama untuk investasi bodong semakin marak, membuat kepercayaan publik runtuh. PT Dana Syariah Indonesia (DSI) menjadi sorotan setelah platform fintech P2P lending berbasis syariah tersebut gagal menarik kembali dana pokok dan imbal hasil yang dijanjikan. Otoritas lantas menemukan indikasi kuat bahwa isu ini bukan hanya kegagalan bisnis semata, melainkan ada praktik ilegal dan proyek fiktif untuk menutupi kekurangan dana. Kerugian yang ditimbulkan juga tidak main-main, mencapai Rp2,4 triliun.
Menurut analisis Drone Emprit, isu terkait pengusutan dana syariah di Indonesia ini diberitakan dalam 234 artikel dengan 877 mentions dan 517 sample mentions di media sosial sepanjang 22-28 Januari 2026.
Baca Juga: Perkembangan Jumlah Tindak Pidana Korupsi 2015-2025
Di media sosial, mayoritas merupakan sentimen positif (72,5%), yang menyoroti penggeledahan kantor DSI selama 16 jam, kolaborasi antar lembaga (Polri, Kejaksaan Agung, dan PPATK) dalam mengusut tuntas kasus ini, upaya OJK mengawal pengembalian dana, serta harapan adanya keadilan lewat jalur hukum. Sebanyak 25,7% sentimen negatif, didorong oleh kerugian yang mencapai Rp2,4 triliun dan hujatan terhadap pengurus DSI.
Sentimen positif juga mendominasi percakapan di X, dengan 82,7% percakapan menyoroti komitmen Polri dalam memberantas kejahatan ekonomi, informasi detail terkait barang bukti yang diekspos, edukasi terkait pentingnya waspada ketika memilih investasi, dan dukungan pengusutan beking.
Di sisi lain, sentimen negatif tercatat sebesar 15,4%, yang mayoritas menyayangkan adanya eksploitasi agama dalam praktik ini. Dugaan keterlibatan tokoh besar, kekecewaan global, serta julukan “maling” dan “pencucian uang” turut mewarnai sentimen negatif warganet di X terkait isu ini.
Terakhir, 2% sisanya merupakan percakapan netral, yang biasanya berisi penyajian fakta dan data apa adanya.
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Paling Khawatir Soal Korupsi
Sumber:
https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2017097171078877599