Tingkat Penetrasi Internet Indonesia Tembus 81% pada 2026

Dalam 5 tahun terakhir, tingkat penetrasi internet di Indonesia terus naik. Dari mulanya sebesar 77% pada tahun 2022, kini menembus 81,72% pada tahun 2026.

Perkembangan Tingkat Penetrasi Internet di Indonesia

(2022-2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan publikasi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia dalam kurun lima tahun terakhir secara konsisten terus menunjukkan tren kenaikan. Pencapaian ini menjadi indikator positif yang membuktikan bahwa semakin banyak populasi penduduk di Indonesia yang telah terkoneksi dengan ekosistem digital.

Awalnya pada tahun 2022 lalu, tingkat penetrasi internet di Indonesia baru berada di angka 77%. Perluasan infrastruktur jaringan kemudian secara bertahap mendorong angka ini naik menjadi 78,2% pada tahun 2023.

Baca Juga: Tingkat Ketergantungan Pelaku Usaha terhadap Internet Turun pada 2026

Memasuki tahun 2024, persentase keterjangkauan akses dunia maya ini kian merangkak naik menjadi 79,5%. Tren positif dari penetrasi internet tersebut terus berlanjut hingga akhirnya sukses menyentuh angka 80,7% pada tahun 2025.

Puncaknya pada tahun ini, APJII mencatat bahwa tingkat penetrasi internet di Indonesia telah menembus angka 81,72%. Dengan demikian, hanya dalam kurun waktu lima tahun, angka keterhubungan masyarakat terhadap akses jaringan internet nasional telah naik sebesar 4,72%.

Dengan ini, dari total populasi penduduk di Indonesia pada tahun 2026 yang mencapai 287,89 juta jiwa, sebanyak 235,26 juta jiwa di antaranya kini telah berstatus sebagai pengguna internet aktif.

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menyampaikan bahwa peningkatan persentase tersebut merupakan bukti konkret bahwa transformasi digital nasional terus bergerak secara progresif dan semakin inklusif menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

"Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Lebih lanjut, ia menilai hasil survei ini menegaskan bahwa laju transformasi digital nasional yang berkembang pesat harus terus dikawal secara berkesinambungan. Hal tersebut wajib didukung melalui upaya pemerataan infrastruktur pelosok, peningkatan kualitas layanan penyedia jasa internet, serta penguatan literasi digital yang memadai bagi masyarakat.

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 ini dilakukan melalui wawancara tatap muka, dengan melibatkan 8.700 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi pada 1 Februari-15 Maret 2026. Metode penentuan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sebesar 1,1%.

Baca Juga: Bukan Gen Z, Tingkat Penetrasi Internet Milenial Tertinggi di Indonesia 2026

Sumber:

https://survei.apjii.or.id/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook