Menurut penelitian Litbang Kompas, dari total 79,4 juta anak berusia kurang dari 18 tahun di Indonesia pada 2024, 15,9 juta di antaranya berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah atau yang sering disebut fatherless. Artinya, sekitar 20,1% atau 1 dari 5 anak Indonesia tidak memiliki peran ayah dalam hidupnya.
Dengan banyaknya anak yang berpotensi fatherless, fenomena ini bukan lagi sebatas masalah keluarga saja, tetapi sudah menjadi masalah sosial karena berdampak signifikan pada bagaimana karakter generasi muda saat ini terbentuk.
Iindarda S. Panggalo, psikolog dari Universitas Kristen Indonesia Toraja, mengungkapkan bahwa ketidakhadiran ayah dalam pertumbuhan anak dapat menimbulkan berbagai masalah pada anak.
“Fatherless dapat menimbulkan masalah identitas diri, gangguan orientasi seksual, hingga sulitnya berinteraksi sosial,” jelas Iindarda dalam wawancara pada Kamis (2/10/2025).
Mengetahui dampak negatif fatherless ini, apa saja sebenarnya penyebab kondisi fatherless di Indonesia?
Melalui survei kualitatif Litbang Kompas yang melibatkan 16 psikolog klinis di 16 kota di Indonesia pada Juli–Agustus 2025, ditemukan beberapa penyebab kondisi fatherless. Angka pada statistik didasarkan oleh berapa kali frasa penyebab kondisi fatherless muncul dalam pernyataan psikolog selama wawancara.
Perceraian menjadi penyebab utama kondisi fatherless (16 frasa). Kemudian, ayah yang bekerja di luar kota serta tidak adanya bonding atau komunikasi antara ayah dan anak merupakan faktor lainnya yang menyebabkan kondisi fatherless (11 frasa).
Kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh ayah pun membuat anak kehilangan peran ayah yang ideal dalam hidupnya (11 frasa). Selain itu, ketidakhadiran ayah karena meninggal dunia turut menjadi penyebab fatherless (9 frasa). Disebutkan pula bahwa pola asuh yang patriarkis serta kondisi broken home membuat anak memiliki potensi yang lebih besar untuk menjadi fatherless (4 frasa).
Ayah sudah seharusnya mengisi tanggung jawab dalam rumah tangga, ketika ayah tidak mampu untuk melakukannya, hal tersebut dapat menjadi penyebab anak menjadi fatherless (3 frasa). Terakhir, jam kerja ayah yang berlebih sehingga tidak bisa hadir untuk anaknya memicu fatherlessness di Indonesia (3 frasa).
Baca Juga: 91% Gen Z Cuma Mau Undang Keluarga Dekat Ketika Nikah
Sumber:
https://www.kompas.id/artikel/anak-anak-yang-berpotensi-fatherless-dari-keluarga-terpisah-hl-h1