Perkembangan kota menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kemajuan suatu negara. Pada 2025, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali merilis indeks daya saing daerah sebagai instrumen pengukuran strategis untuk menilai produktivitas dan daya saing daerah secara komprehensif.
Tahun ini, pengukuran indeks daya saing daerah turut mengacu pada metode pengukuran Global Competitiveness Index (GCI) dan World Economic Forum (WEF).
Adapun indeks daya saing daerah ini mengukur produktivitas dan kemajuan daerah berdasarkan empat komponen utama, yakni sumber daya manusia, pasar, ekosistem inovasi, dan lingkungan pendukung.
Keempat komponen tersebut diuraikan ke dalam 12 pilar yang masing-masing memiliki indikator terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan skor yang diperoleh tidak parsial. Skor berada pada skala maksimal 5, yang berarti indeks daya saingnya tertinggi.
Baca Juga: Kota Paling Maju di Luar Jawa 2024
Menurut penemuan BRIN, Kota Surakarta di Jawa Tengah berhasil terpilih menjadi kota termaju di Indonesia, dengan skor indeks mencapai 4,43. Kota Yogyakarta menyusul di urutan kedua dengan skor 4,42, diikuti Semarang dengan 4,37 dan Banjarmasin dengan 4,35. Daftar lima besar ditutup Kota Bandung dengan skor 4,34.
Sementara itu, Medan berada di urutan keenam dengan skor 4,32, sama dengan Samarinda. Posisi berikutnya diisi Magelang dan Tangerang Selatan yang sama-sama menorehkan skor 4,29. Sementara itu, Mataram menutup daftar sepuluh besar dengan skor 4,26.
Dominasi Jawa masih terasa, dengan 6 dari 10 kota di atas berasal dari Jawa. Kalimantan menyumbang dua kota, yakni Banjarmasin dan Samarinda, sedangkan Sumatra dan Nusa Tenggara masing-masing menyumbang satu kota dalam pemeringkatan.
Baca Juga: Kota Paling Maju di Jawa 2024
Sumber:
https://s.brin.go.id/m/publikasiIDSD