10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025

Berdasarkan laporan SETARA Institute dalam Indeks Kota Toleran 2025, Salatiga menjadi kota paling toleran dengan skor indeks 6,492.

10 Kota Paling Toleran di Indonesia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Toleransi merupakan hal penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat Indonesia yang beragam. Perbedaan agama, suku, dan budaya membutuhkan sikap saling menghargai agar kehidupan sosial tetap berjalan dengan rukun dan damai. Untuk melihat sejauh mana nilai ini diterapkan, SETARA Institute merilis Laporan Indeks Kota Toleran 2025 pada 22 April 2026. Laporan ini bertujuan mencatat dan menilai perkembangan praktik toleransi di berbagai kota di Indonesia secara berkelanjutan.

Baca Juga: Gen Z Lebih Toleran dalam Beragama Dibanding Milenial dan Baby Boomers 2025

Penyusunan indeks ini dilakukan dengan mendokumentasikan serta menilai praktik terbaik dalam memajukan toleransi. Penilaian difokuskan pada bagaimana toleransi, kebebasan beragama dan berkeyakinan, serta kebinekaan tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan dan dipromosikan oleh pemerintah dan masyarakat. Studi ini melibatkan 94 kota di Indonesia dengan menggunakan empat variabel utama dan delapan indikator sebagai alat ukur.

Keempat variabel tersebut meliputi regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi agama. Variabel regulasi pemerintah mencakup RPJMD dan kebijakan yang mendukung toleransi. Regulasi sosial melihat peristiwa intoleransi serta peran masyarakat sipil. Sementara itu, tindakan pemerintah diukur dari pernyataan pejabat dan langkah nyata dalam merespons kasus intoleransi. Adapun variabel demografi agama menilai tingkat keberagaman dan inklusi sosial di masyarakat.

Hasil penilaian menunjukkan bahwa Salatiga menempati posisi pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia pada tahun 2025 dengan skor 6,492. Posisi berikutnya ditempati oleh Singkawang dengan skor 6,391.

Semarang berada di urutan ketiga dengan skor 6,160. Pematang Siantar menyusul di posisi keempat dengan skor 6,084. Kota Bekasi menempati urutan kelima dengan skor 6,037.

Selanjutnya, Sukabumi memperoleh skor 5,973 dan berada di posisi keenam. Di bawahnya, terdapat Magelang dengan skor 5,805, disusul Kediri dengan skor 5,792, serta Tegal dengan skor 5,733. Sementara itu, Ambon melengkapi daftar sepuluh besar dengan skor 5,567.

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menjelaskan bahwa indeks ini disusun untuk memastikan adanya pemantauan yang konsisten terhadap perkembangan toleransi di daerah. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi merupakan prestasi bersama.

"Toleransi bukan hanya prestasi Walikota atau FKUB saja, tapi prestasi kolektif. Ada tiga rumus utama, yakni kepemimpinan politik, kepemimpinan birokrasi, dan kepemimpinan sosial,”, ujarnya (22/4/2026).

Pencapaian ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang diwakili Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Ditjen Polpum Kemendagri, Bisri, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan komitmen daerah dalam menjaga keberagaman dan kehidupan sosial yang harmonis. Namun ia menegaskan agar pemerintah daerah tidak berpuas diri. Menurutnya, indeks ini bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus menjaga dan meningkatkan capaian yang telah diraih.

"Ini bukan tujuan akhir melainkan motivasi untuk selalu menjaga dan meningkatkan capaian yang telah diraih,", ujarnya (22/4/2026).

Baca Juga: 95% Publik Indonesia Percaya Agama Mampu Tingkatkan Toleransi

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=BoI_782O_a4

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook