Isu bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya ramai dibahas di media online, tetapi juga menjadi topik yang banyak diperbincangkan di media sosial seperti TikTok. Platform ini menunjukkan bagaimana respons publik berkembang secara cepat, dengan berbagai opini yang mencerminkan persepsi masyarakat terhadap kondisi energi saat ini.
Baca Juga: 66% Publik RI Masih Andalkan Pertalite sebagai BBM
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Drone Emprit dalam periode 13–25 Maret 2026, isu krisis BBM ini diberitakan dalam 14.423 artikel dan menghasilkan 29.977 mentions di media online. Selain itu, percakapan di media sosial juga cukup tinggi dengan total 16.813 sample mentions, menandakan tingginya perhatian publik terhadap isu ini di berbagai kanal digital.
Sentimen publik di media sosial TikTok cenderung lebih positif dibandingkan platform lainnya. Sentimen positif tercatat sebesar 50,3%, diikuti sentimen netral sebesar 27,2%, dan sentimen negatif sebesar 22,5%. Dominasi sentimen positif ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna TikTok masih memiliki kepercayaan terhadap kondisi pasokan dan kebijakan yang berjalan.
Sentimen positif banyak dipengaruhi oleh narasi yang menenangkan, seperti informasi mengenai pasokan BBM yang tetap aman melalui kapal milik Pertamina. Selain itu, keyakinan bahwa APBN masih dalam kondisi kuat juga turut membentuk persepsi optimis di masyarakat.
Dorongan untuk mengembangkan bioenergi domestik menjadi salah satu solusi jangka panjang yang mendapat perhatian, karena dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Kebijakan pembatasan subsidi BBM untuk kelompok masyarakat mampu juga dipandang sebagai langkah yang lebih tepat sasaran.
Meski demikian, sentimen negatif tetap muncul dan menjadi bagian dari diskusi publik. Antrean panjang di beberapa SPBU menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dibagikan di TikTok, terutama dalam bentuk video yang mudah viral.
Selain itu, penolakan terhadap kebijakan sekolah daring kembali muncul, mengingat dampaknya terhadap aktivitas belajar siswa yang dinilai tidak maksimal. Kekhawatiran terkait potensi defisit APBN akibat besarnya beban subsidi juga menjadi perhatian yang cukup serius di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Isu Krisis BBM Ramai Dibahas, Begini Respons Publik di X
Sumber:
https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2037564609725665364