Menurut Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan, jumlah pengaduan kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP) yang diterima Komnas Perempuan pada 2025 mencapai 4.597 kasus, naik 10% dibanding tahun sebelumnya. Komnas Perempuan rata-rata menangani 19 kasus per hari.
Secara keseluruhan, jumlah kasus KBGtP dalam CATAHU 2025 meningkat 14,06% mencapai 376.529 kasus. Data tersebut terdiri dari tiga kategori, yakni pelaporan, penuntutan, dan putusan. Kenaikan ini sejatinya turut mencerminkan besarnya kontribusi para penyedia data, yang tahun 2025 lalu melibatkan 97 lembaga.
Mirisnya, lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi justru kerap menyimpan cerita yang berlawanan.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual Meningkat, Pelaku Kebanyakan dari Lingkungan Terdekat
KBGtP di lingkungan pendidikan paling banyak terjadi pada jenjang SMA/sederajat dengan total 10 kasus, diikuti perguruan tinggi sebanyak 6 kasus.
Tidak hanya itu, Komnas Perempuan juga mencatat adanya 4 kasus kekerasan berbasis gender di tingkat SMP/sederajat, 3 kasus di tingkat SD/sederajat, 3 kasus di pondok pesantren, 2 kasus pada jenjang pendidikan nonformal, dan 1 kasus di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Pada kasus yang terjadi di SLB, korban merupakan penyandang disabilitas yang mengalami perkosaan oleh sesama siswa di SLB, menunjukkan bahwa faktor disabilitas juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kekerasan.
Angka-angka di atas menjadi pengingat bahwa tidak ada ruang pendidikan yang sepenuhnya kebal dari risiko kekerasan. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan tidak bisa bersifat parsial atau reaktif, melainkan harus menyeluruh, mulai dari penguatan sistem perlindungan di sekolah dan kampus, edukasi tentang kesetaraan dan batasan, hingga keberanian institusi untuk membangun mekanisme pelaporan yang aman dan transparan.
Baca Juga: Potret Kekerasan terhadap Perempuan Sepanjang 2025
Sumber:
https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-peluncuran-catatan-tahunan-kekerasan-terhadap-perempuan-2025