Struktur tenaga kerja Indonesia masih didominasi oleh pekerja berpendidikan dasar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, sebanyak 52,46 juta penduduk bekerja memiliki pendidikan terakhir SD ke bawah.
Jumlah tersebut setara 35,40% dari total 148,19 juta penduduk bekerja di Indonesia. Sementara itu, pekerja berpendidikan SMP tercatat sebanyak 26,05 juta orang atau 17,58%.
Jika digabungkan, pekerja dengan pendidikan maksimal SMP mencapai 78,51 juta orang atau sekitar 52,98% dari total tenaga kerja.
Baca Juga: Jenis Pekerjaan Utama Penduduk Bekerja Indonesia 2025
Di sisi lain, pekerja lulusan SMA tercatat sebanyak 30,71 juta orang atau 20,72%, sedangkan lulusan SMK mencapai 19,44 juta orang atau 13,12%.
Untuk pendidikan tinggi, jumlah pekerja masih relatif terbatas. Penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 sebanyak 15,93 juta orang atau 10,75%. Sementara pekerja lulusan Diploma I/II/III mencapai 3,59 juta orang atau 2,42%.
Secara keseluruhan, pekerja berpendidikan diploma hingga pascasarjana mencapai sekitar 19,52 juta orang atau 13,17% dari total pekerja nasional.
Dibandingkan Februari 2026, terdapat peningkatan tipis pada proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, Diploma IV hingga S3, serta Diploma I/II/III, masing-masing berkisar 0,02%-0,05%.
Sementara itu, pekerja berpendidikan SD ke bawah turun 0,09% dan pekerja lulusan SMP turun 0,05%.
Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang, naik 497 ribu orang dibanding Februari 2026. Penduduk bekerja meningkat menjadi 148,19 juta orang.
Baca Juga: 74 Ribu WNI Mendominasi Sektor Manufaktur Jepang per Akhir Oktober 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2606/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-65-persen---rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-39-juta-rupiah-.html