Berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia (RI), penggerak ekonomi kerakyatan dari sisi UMKM pada tahun 2025 sebagian besar didominasi oleh kelompok masyarakat dengan latar belakang pendidikan tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Tercatat, sebanyak 10,82 juta pelaku UMKM berasal dari jenjang pendidikan tersebut. Angka ini mengambil porsi mayoritas, yaitu sebesar 37,33% dari total keseluruhan pengusaha UMKM di Indonesia pada tahun 2025 yang mencapai 28,98 juta orang.
Menyusul di posisi kedua, sebanyak 8,62 juta pengusaha UMKM merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD), meraup porsi sebesar 29,73% dari total keseluruhan.
Baca Juga: Hanya 1% UMKM Indonesia yang Sudah Punya NIB
Berada satu tingkat di atasnya, kelompok masyarakat tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencatatkan jumlah pengusaha UMKM sebanyak 5,8 juta orang. Persentasenya sebesar 20,02% dari total pergerakan roda ekonomi mikro nasional.
Uniknya, dari seluruh pemetaan jenjang pendidikan pengusaha UMKM tersebut, hanya ketiga tingkat akademik ini yang sukses mencatatkan proporsi angka di atas 10%.
Bergeser ke kelompok pendidikan tinggi dengan persentase yang lebih kecil, terdapat 1,57 juta pengusaha UMKM yang merupakan lulusan sarjana, setara 5,42%.
Menariknya, data ini juga merekam eksistensi wirausahawan yang tidak menamatkan jenjang pendidikan SD, yaitu sebanyak 1,14 juta orang. Kelompok ini menyumbang proporsi sebesar 3,93% dari keseluruhan populasi pelaku UMKM.
Di urutan selanjutnya, terdapat kelompok masyarakat tamatan diploma. Sebanyak 657 ribu orang dari jenjang vokasi ini memilih berkarier sebagai pengusaha UMKM yang merepresentasikan angka sebesar 2,27%.
Adapun di jenjang pascasarjana, minat kewirausahaan pada sektor mikro dan kecil semakin mengerucut. Sebanyak 1,22% atau sekitar 352 ribu orang dengan gelar magister tercatat menjadi pengusaha UMKM. Sementara itu, hanya terdapat 19 ribu orang dari jenjang doktoral yang terjun ke sektor ini, mengambil porsi sangat minim, yaitu 0,06%.
Tingkat pendidikan khusus profesi menjadi penyumbang jumlah pengusaha UMKM paling sedikit dalam pemetaan data ini. Kelompok ini hanya diisi oleh 8 ribu orang, atau sebesar 0,03% dari total keseluruhan pengusaha UMKM di Indonesia pada tahun 2025.
Secara umum, data ini menunjukkan bahwa setelah masyarakat menamatkan amanat wajib belajar 12 tahun hingga perguruan tinggi, pilihan karier dan profesi yang ditekuni menjadi jauh lebih spesifik dan beragam, sehingga porsi yang terjun ke sektor UMKM cenderung menurun.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan UMKM Paling Sedikit di Indonesia 2025
Sumber:
https://satudata.umkm.go.id/custom-dashboard/publikasi